과다하게 먹으면 안좋죠 정보 감사합니다 잘보고갑니다
Apakah Minum Kopi 'Sebanyak Ini' Setiap Hari Mempercepat Penuaan?... 6 Makanan yang Mempercepat Penuaan
Apakah Minum Kopi 'Sebanyak Ini' Setiap Hari Mempercepat Penuaan?… 6 Makanan yang Mempercepat Penuaan
Makanan yang Anda konsumsi memengaruhi segalanya, mulai dari lingkar pinggang hingga suasana hati Anda.
Penuaan pun tidak terkecuali. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania memperlambat proses penuaan.
Makanan yang kaya akan antioksidan dan nutrisi, seperti vitamin E dan kolin, telah terbukti efektif untuk kesehatan kognitif.
6 cangkir kopi atau lebih =
Para peminum kopi yang mengonsumsi lebih dari 6 cangkir kopi sehari dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kopi kurang dari itu.
Dibandingkan dengan itu, volume otak lebih kecil dan ada risiko 53% lebih tinggi untuk didiagnosis menderita demensia.
Beberapa penelitian menemukan bahwa 100 mg kafein (setara dengan satu cangkir kopi) dikaitkan dengan percepatan penuaan selama 2,4 tahun.
Itu tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi pagi Anda.
Konsumsi kopi dalam jumlah sedang memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari memperkuat otot hingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Hal ini ternyata berkaitan dengan keunggulan tersebut.
Menurut penelitian tersebut, orang yang minum 1,5 hingga 3,5 cangkir kopi per hari selama periode penelitian.
Risiko kematian 21% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.
Produk susu dengan kandungan lemak tinggi =
Meskipun diketahui bahwa minum susu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, osteoporosis, dan kanker usus besar,
Semakin banyak penelitian yang mengungkap sisi negatif dari produk susu.
Susu murni bisa menjadi masalah tersendiri.
Selain angka kejadian kanker prostat dan penyakit Parkinson yang lebih tinggi, tingkat penurunan kognitif pada lansia juga lebih tinggi.
Hal ini dikaitkan dengan peningkatan penuaan biologis.
Brooks mengatakan, “Susu murni memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi, dan ada penelitian yang menghubungkan diet tinggi lemak dengan peradangan.”
"Ketika peradangan terjadi, sel-sel tidak dapat beregenerasi secara efisien dan mulai rusak," katanya.
Makanan pedas yang memengaruhi otak
Mengonsumsi makanan yang sangat pedas dapat meningkatkan risiko terkena demensia.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada warga lanjut usia Tiongkok selama lebih dari 15 tahun, ditemukan lebih dari 50g per hari.
Ditemukan bahwa orang yang secara konsisten mengonsumsi cabai memiliki skor kognitif yang lebih rendah daripada mereka yang mengonsumsi makanan yang kurang pedas.
Natrium yang mengganggu fungsi kognitif =
Sudah menjadi fakta yang diketahui umum bahwa natrium berbahaya bagi jantung.
Konsumsi natrium berlebihan dalam makanan meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan penyakit kronis yang berkaitan dengan usia.
Hal ini dapat menyebabkan hipertensi terkait.
Natrium yang tersembunyi dalam berbagai makanan dapat membahayakan otak.
Menurut penelitian, diet tinggi natrium lebih dari 12.000 miligram (2,1 sendok teh) per hari
Ditemukan bahwa mengonsumsinya menurunkan fungsi kognitif dan meningkatkan risiko gangguan kognitif sebesar 330%.
Karbohidrat yang memicu respons peradangan =
Diet keto tinggi protein/rendah karbohidrat dapat mempercepat penuaan organ atau meningkatkan kinerja otak.
Meskipun hasil penelitian saling bertentangan, satu hal yang jelas.
Intinya adalah karbohidrat memicu respons peradangan, yang berdampak negatif pada kesehatan.
Namun, makan dalam jumlah sedang tidak membahayakan kesehatan Anda.
Pemanis buatan yang menyebabkan penyakit kardiovaskular
Mengonsumsi segelas soda diet setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia, dan fosfor.
Semakin tinggi asupan pemanis, semakin tinggi risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.
Risikonya meningkat. Dr. Brooks mengatakan, “Pemanis buatan itu seperti makan gula tanpa kalori.”
"Zat kimia buatan yang dirancang untuk menipu otak," kata mereka, menambahkan bahwa "zat ini merangsang otak dan menyebabkan peradangan."
"Senyawa-senyawa semacam itu yang menyebabkannya berdampak negatif bagi kesehatan," katanya.