logo

Mengapa Anda Harus Mencuci Daging Ham dengan Air Sebelum Memakannya

Mengapa Anda Harus Mencuci Daging Ham dengan Air Sebelum Memakannya

 

Mengapa Anda Harus Mencuci Daging Ham dengan Air Sebelum Memakannya © Disediakan oleh: Health Chosun
 

Demi kesehatan, sebaiknya hindari konsumsi berlebihan daging olahan dan daging merah. Daging olahan, seperti namanya, merujuk pada daging yang telah melalui proses pengolahan, seperti sosis dan ham. Daging merah merujuk pada daging yang berwarna kemerahan saat mentah, seperti daging babi dan sapi. Meskipun makanan ini populer, banyak penelitian telah membuktikan bahwa makanan ini dapat berdampak negatif pada jantung, hati, dan sistem tubuh lainnya. Mari kita jelajahi efek daging olahan dan daging merah pada tubuh.

 

◇Mengonsumsi hanya 50g meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 18%. Penelitian menunjukkan bahwa daging olahan dan daging merah secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebuah tim peneliti di Universitas Oxford di Inggris menganalisis 13 studi dan melacak 1,43 juta subjek selama 6 hingga 30 tahun untuk menentukan efek kesehatan dari konsumsi daging olahan dan daging merah.

Akibatnya, risiko penyakit arteri koroner (PJK) meningkat sebesar 18% ketika mengonsumsi hanya 50g daging olahan seperti bacon, ham, dan sosis per hari dibandingkan dengan mengonsumsi jumlah daging lain yang sama. Konsumsi daging merah yang tidak diolah seperti babi, sapi, dan domba meningkatkan risiko sebesar 9%. Sebaliknya, unggas tidak meningkatkan risiko. Tim peneliti menghubungkan hal ini dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah dan kandungan garam yang tinggi dalam daging olahan.

 

Penyakit arteri koroner (PJK) adalah kondisi yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol di arteri. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan tekanan darah, sehingga menimbulkan risiko yang mengancam jiwa. Setiap tahun, hingga 9 juta orang di seluruh dunia meninggal karena PJK. Mengonsumsi lemak jenuh, yang banyak terdapat dalam daging merah, meningkatkan kadar kolesterol, dan mengonsumsi garam, yang banyak terdapat dalam daging olahan, dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga memperburuk PJK.

 

 

 

◇Cuci daging olahan sekali dengan air, dan kukus atau rebus daging merah.

 

Bahkan saat mengonsumsi daging olahan, selalu rebus sebentar dalam air atau cuci sebelum dimakan. Zat aditif makanan sensitif terhadap suhu tinggi. Karena air rebusan mungkin masih mengandung zat aditif, gunakan air bersih saat memasak. Natrium sakarin, zat pewarna, dan pengatur keasaman dapat tercuci sampai batas tertentu bahkan dengan air keran. Sebaiknya juga buang minyaknya sebelum dimakan, karena sebagian besar zat aditif makanan, seperti natrium nitrit, larut dalam minyak.

 

Lauk pendamping juga berdampak pada kesehatan. Saat mengonsumsi daging olahan, sebaiknya dipadukan dengan sayuran daripada karbohidrat. Sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Bordeaux di Prancis menemukan bahwa orang yang mengonsumsi daging olahan dengan karbohidrat kompleks seperti kentang dan biji-bijian memiliki risiko lebih tinggi terkena demensia daripada mereka yang memadukannya dengan buah-buahan, sayuran, makanan laut, dan unggas.

 

Saat menyiapkan daging merah, sebaiknya pilih metode mengukus atau merebus daripada memanggang atau menggoreng. Hal ini karena paparan suhu memasak yang tinggi meningkatkan produksi senyawa karsinogenik yang disebut amina heterosiklik.

 

===============

Untuk ham atau sosis, cukup rebus dalam air panas.

 

Saat mengonsumsi daging olahan, sebaiknya Anda memakannya bersama sayuran daripada karbohidrat.

 

Sebaiknya jangan sampai lupa

 

4
0
komentar 3
  • gambar profil
    가공육 줄여야하는데 저도 애들도 참 좋아합니다
    저도 뜨거운물에 베이컨, 햄, 소세지는 데치는데.. 채소랑 꼭 같이 먹어야겠어요~ 
  • gambar profil
    지영도영
    가공육 잘 안먹어야하는데 아이들이 자꾸 찾으니 이렇게라도 해줘야겠네요
  • gambar profil
    인생은 마이웨이
    가공육은 많이 해로운 식품이군요. 조심해야겟어요