네 하루님✌ 반갑습니다 ^^ 염증에 대한 유익한 정보 감사합니다 ~ㅎㅎ 오늘도 폭염인지라, 님께서 사무실과 현장 오가며, 얼마나 수고하실지...^^ 현장가실때는 찬 생수 챙겨가셔서, 열기를 식혀주시길~ㅎㅎ 오늘 등급제 마감도 잘하시고요, 님께 자주 웃게 되는 상황이, 많이 만들어지길 바라봅니다🤗~ㅎㅎ
Menurut hasil penelitian dari Duke University-National University of Singapore yang diterbitkan dalam jurnal akademik internasional Nature, memblokir protein spesifik (interleukin-11) yang memicu peradangan dapat mengaktifkan metabolisme, membuat tubuh lebih sehat, dan memperpanjang umur hingga sekitar 25%. Ini adalah hasil percobaan pada tikus. Dr. Cathy Slack (ahli biologi penuaan) dari tim peneliti mengatakan, “Sebagian besar hasil penelitian tentang protein, anti-penuaan, dan peremajaan belum mencapai uji klinis, tetapi penelitian ini kemungkinan akan berkembang lebih jauh.” Imperial College London di Inggris dan University of Melbourne di Australia juga berpartisipasi dalam penelitian ini (Penghambatan sinyal IL-11 memperpanjang kesehatan dan umur mamalia).
Menurut media kesehatan Amerika, Healthline, perubahan pola makan sangat penting untuk mengurangi peradangan di rumah. Memilih makanan rendah gula dan lemak trans serta menghindari makanan olahan sangat membantu. Makanan juga dapat membantu melawan peradangan. Makanan anti-inflamasi meliputi beri dan ceri, ikan berlemak seperti salmon dan mackerel, brokoli, alpukat, teh hijau, jamur seperti shiitake, rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan cengkeh, serta tomat. Olahraga teratur, manajemen stres, berhenti merokok, mengobati dan mengelola kondisi medis yang ada, dan mengobati peradangan juga sangat penting. Makanan yang dapat menyebabkan peradangan kronis meliputi gula, karbohidrat olahan, lemak trans, dan alkohol.
Peradangan dapat dibagi menjadi tiga jenis: peradangan akut (berlangsung hingga dua minggu), peradangan kronis (berlangsung lebih dari enam minggu), dan peradangan subakut (berlangsung dua hingga enam minggu, tahap transisi antara peradangan akut dan kronis). Peradangan kronis adalah akar dari semua penyakit dan terkait erat dengan penyakit autoimun dan stres jangka panjang. Gejala umum meliputi nyeri badan, kelelahan dan insomnia yang terus-menerus, depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati, masalah pencernaan seperti sembelit, diare, dan refluks asam, penambahan atau penurunan berat badan yang tidak disengaja, infeksi yang sering terjadi, dan penyakit autoimun umum (gangguan peradangan). Penyakit autoimun meliputi rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, dan multiple sclerosis.
Diagnosis peradangan memerlukan tes darah, protein serum, dan protein C-reaktif (CRP). Kolonoskopi dan sigmoidoskopi juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit radang saluran pencernaan. Pengobatan meliputi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Jika muncul tanda-tanda peradangan kronis, disarankan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan.