"Musuh Diet"... 5 Cara Menghentikan Junk Food Saat Menurunkan Berat Badan
Saya juga malas, tapi saya tetap memasak di rumah.
Saya rasa itu bisa dikurangi secara alami.
Jika Anda sedang menjalani diet, semoga ini bisa menjadi referensi yang baik.
✔️Meskipun merepotkan, masak dan makan di rumah
Memasak di rumah adalah salah satu cara yang baik untuk mengurangi makanan cepat saji. Orang-orang sering mengonsumsi makanan seperti hamburger, donat, dan makanan cepat saji saat mereka sibuk. Namun, dengan membiasakan diri memasak di rumah, kita dapat mengurangi ketergantungan pada makanan instan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang sering memasak cenderung mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran serta lebih sedikit mengonsumsi makanan cepat saji dibandingkan mereka yang jarang memasak. Bahkan, tingkat obesitas mereka juga lebih rendah dan mereka cenderung menghabiskan uang lebih sedikit untuk makanan.
Dengan melakukan diet yang terlalu membatasi kalori dari tubuh atau melewatkan sarapan karena malas, seseorang akan lebih mudah tergoda oleh makanan tidak sehat. Jika melewatkan makan dan tidak mengonsumsi makanan tertentu dari tubuh, kekurangan kalori dari makanan tersebut dapat menyebabkan keinginan untuk ngemil. Ada juga hasil penelitian yang menunjukkan bahwa melewatkan makan, seperti sarapan, dapat menyebabkan keinginan untuk makanan kaya karbohidrat di malam hari. Tentu saja, kebutuhan kalori dan waktu makan berbeda bagi setiap orang, tetapi secara umum, makan secara teratur dan bergizi dapat membantu mengurangi konsumsi makanan tidak sehat.
✔️ Mendapatkan tidur yang cukup
Tidur yang penting untuk kesehatan juga mempengaruhi pola makan. Jika kita tidak cukup tidur, kemungkinan besar kita akan memilih makanan yang tidak sehat. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kekurangan tidur menyebabkan peningkatan asupan kalori dan kecenderungan mencari makanan tinggi karbohidrat dan lemak seperti camilan dan makanan cepat saji. Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa jika waktu berbaring di tempat tidur berkurang sebesar 33%, rasa lapar dan keinginan terhadap makanan meningkat dibandingkan orang yang tidur cukup. Oleh karena itu, tidur yang cukup sangat penting. Saat ini, National Sleep Foundation di Amerika Serikat merekomendasikan agar orang dewasa tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam.
✔️Pengelolaan stres juga penting
Stres memberikan dampak besar pada kesehatan fisik dan mental serta mempengaruhi pilihan makanan. Menghindari stres sepenuhnya tidak mungkin, tetapi mengelola stres dengan baik dapat membantu mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Hal ini karena stres terkait dengan hormon seperti kortisol yang mengatur pola makan dan pilihan makanan.
Menariknya, stres jangka pendek dapat menekan nafsu makan, tetapi stres kronis justru meningkatkan keinginan dan konsumsi makanan seperti junk food. Dalam sebuah studi yang melibatkan 1270 orang, peserta dengan tingkat stres yang lebih tinggi menunjukkan proporsi konsumsi makanan olahan yang lebih tinggi. Orang dengan tingkat stres yang tinggi hampir dua kali lipat lebih banyak mengonsumsi makanan olahan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Biasakan untuk memikirkan cara mengatasi stres Anda sendiri, dan secara konsisten mencoba mengendalikan pikiran melalui meditasi, olahraga, terapi, serta menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.
✔️Secara rutin berbelanja dan mengisi bahan makanan
Mengisi dapur dengan bahan makanan yang bernutrisi melimpah juga membantu mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih sering mengunjungi toko bahan makanan cenderung mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan tingkat tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Selain itu, mereka juga cenderung mengadopsi pola makan yang secara nutrisi lebih baik.
Jika Anda tidak tahu makanan apa yang sebaiknya dibeli saat berbelanja, disarankan untuk membuat rencana makan selama seminggu dan menyusun daftar belanja. Dengan menyusun daftar dan membelinya, ini tidak hanya membantu menghindari pembelian impulsif seperti makanan cepat saji, tetapi juga dapat membantu membangun pola makan yang lebih sehat secara keseluruhan. Produk yang direkomendasikan meliputi buah dan sayuran segar serta beku, kacang-kacangan dan biji-bijian, kalengan dan kacang kering, pilihan protein seperti unggas, ikan, dan tahu, serta berbagai makanan bergizi lainnya. Selain itu, saat berbelanja, mempertimbangkan tanggal kedaluwarsa juga dapat membantu membangun kebiasaan makan yang terencana.