Apakah semakin banyak menjalin 'hubungan' akan membuat lebih bahagia? (Penelitian)
Tempat tidur yang penuh cinta adalah cara yang efektif untuk meningkatkan perasaan bahagia. Faktanya, setelah berhubungan seksual, hormon kebahagiaan seperti dopamin dan oksitosin dilepaskan dalam jumlah besar, menurunkan tingkat stres. Lalu, apakah semakin sering berhubungan, semakin bahagia? Berdasarkan makalah dari tim peneliti Universitas Toronto di Kanada, situs berita dewasa Soksak.com melaporkan tentang hubungan antara hubungan seksual dan perasaan bahagia.
Dr. Amy Muise, profesor psikologi sosial di universitas ini, menganalisis tiga data survei untuk menyelidiki hubungan antara frekuensi hubungan seksual dan tingkat kebahagiaan. Analisis dilakukan terhadap tiga data, baik online maupun offline, yang melibatkan total 36.45 juta warga Amerika Serikat, termasuk survei dari Universitas Chicago di Amerika Serikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin sering melakukan hubungan seksual, semakin tinggi tingkat kebahagiaan. Selain itu, tingkat kepuasan juga meningkat secara bersamaan. Namun, jika frekuensi melebihi satu kali seminggu, tingkat kebahagiaan tidak meningkat lebih jauh. Pasangan heteroseksual yang stabil cenderung melakukan hubungan satu kali seminggu paling banyak. Semakin jarang melakukan hubungan, semakin rendah tingkat kebahagiaan antara pasangan atau suami istri.
Dr. Amy Muise yang memimpin penelitian mengatakan, "Pasangan yang melakukan hubungan seksual secara teratur bahagia," dan "berhubungan seks satu kali seminggu adalah cara yang baik untuk meningkatkan kebahagiaan hidup." Isi penelitian tersebut dimuat dalam edisi terbaru dari 'Jurnal Psikologi Sosial dan Ilmu Manusia'.
건강·미용, 실제 효과 있을까?
👉 관련 진료 정보 보러가기








