Belakangan ini, selain mengelola kadar gula darah, kita juga harus mengelola tekanan darah dengan baik.
Menurut Naver Knowledge Encyclopedia, hipertensi didefinisikan sebagai kondisi di mana tekanan darah sistolik pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas adalah 140 mmHg atau lebih, atau tekanan darah diastolik adalah 90 mmHg atau lebih.
Ada tekanan darah yang penyebabnya sudah diketahui dengan baik, tetapi ada juga yang tidak, jadi saya terkejut. Saya juga baru tahu bahwa penyebab utama hipertensi tidak jelas.
Namun, kita semua tahu bahwa hipertensi biasanya disebabkan oleh faktor seperti riwayat keluarga dan kebiasaan makan.
Mari kita pelajari dan cegah 7 cara menurunkan tekanan darah tinggi.
7 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
1. Makan dengan sedikit garam (diet rendah garam)
Yang menentukan volume darah bukanlah air tetapi garam. Jika konsentrasi garam dalam darah meningkat, ini akan menarik air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah meningkat.
2. Pola makan sehat
Diet sehat adalah diet yang mengurangi konsumsi karbohidrat sebanyak mungkin dan meningkatkan asupan protein. Terutama, karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis, meningkatkan risiko sindrom metabolik atau hipertensi. Selain itu, protein hewani dapat meningkatkan risiko penyakit dewasa dan menjadi penyebab obesitas. Sebaiknya, konsumsi terutama protein nabati yang sehat seperti yang tercantum di bawah ini.
Larangan mengonsumsi alkohol
Biasanya, setelah minum alkohol dan bangun keesokan harinya, tekanan darah bisa meningkat. Ada juga yang mengatakan bahwa segelas anggur ringan bisa baik untuk hipertensi, tetapi sebagian besar masalahnya adalah karena konsumsi berlebihan.
4. Menjaga berat badan yang sehat
Mengurangi berat badan sekitar 5 kg dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 5 mmHg. Kelebihan berat badan atau obesitas memberikan beban pada pembuluh darah dan menjadi faktor yang memperburuk hipertensi.
5. Olahraga secara teratur
Disarankan melakukan latihan aerobik yang cukup intens sehingga berkeringat selama lebih dari 150 menit seminggu. Aktivitas fisik yang teratur ini memiliki efek menurunkan tekanan darah.
6. Berhenti merokok
Pasien hipertensi memiliki risiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular dan cerebrovaskular. Jika ditambah dengan merokok, kondisi ini menjadi sangat berbahaya. Merokok sangat merugikan, jadi jika kesehatan Anda buruk, sebaiknya berhenti merokok.
7. Mengonsumsi obat tekanan darah secara teratur
Obat tekanan darah dapat memiliki berbagai efek samping, tetapi efektif untuk segera menurunkan gejala hipertensi.