Dikatakan bahwa stres adalah akar dari semua penyakit. Ketika stres menyebabkan kelainan pada sel imun, proliferasi sel abnormal yang berkepanjangan dapat menjadi penyebab berbagai penyakit, termasuk kanker. Lebih jauh lagi, stres berdampak negatif pada otak dan mengurangi efisiensi kerja. Bagaimana cara mengatasinya?
◇ Hormon stres menyebabkan penyusutan hipokampus dan merusak otak. Stres berat merusak otak. Menurut Dr. Dean Serzai, salah satu direktur Program Pencegahan Alzheimer di Fakultas Kedokteran Universitas Loma Linda, kadar hormon stres kortisol yang berlebihan meningkatkan risiko demensia Alzheimer dan menyebabkan penyusutan hipokampus. Bahkan, sebuah studi oleh Universitas McGill di Kanada menemukan bahwa individu dengan kadar kortisol tinggi mengalami penurunan volume hipokampus sebesar 14%. Kortisol juga mengganggu produksi serotonin, hormon yang diperlukan untuk mencegah dan mengurangi depresi, dan merusak sinapsis yang bertanggung jawab atas koneksi sinyal antar sel otak. Kortisol mengurangi kadar sel darah putih, yang menjalankan fungsi kekebalan tubuh, menyebabkan penumpukan produk sampingan di otak dan, seiring waktu, menyebabkan kerusakan.
◇ Hal ini juga dapat menurunkan efisiensi kerja Terdapat pula temuan penelitian yang menunjukkan bahwa stres sebenarnya menurunkan efisiensi kerja. Sebuah tim peneliti di Universitas Stanford di Amerika Serikat melakukan eksperimen untuk menyelidiki dampak stres terhadap efisiensi kerja. Para peserta ditempatkan secara acak pada jalur yang familiar di dunia virtual dan diinstruksikan untuk bergerak ke lokasi target. Tim peneliti menganalisis aktivitas otak mereka menggunakan fMRI (pencitraan resonansi magnetik fungsional) saat mereka menavigasi jalur tersebut. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok diperingatkan bahwa mereka mungkin akan menerima sengatan listrik ringan selama eksperimen, sementara kelompok lainnya tidak menerima peringatan apa pun.
Akibatnya, kelompok yang tidak menerima peringatan sengatan listrik menunjukkan kecenderungan untuk menciptakan jalan pintas baru berdasarkan ingatan yang sudah ada. Namun, kelompok yang diperingatkan tentang kemungkinan menerima sengatan listrik cenderung tersesat karena gerakan kebiasaan. Analisis fMRI juga mengungkapkan bahwa fungsi hipokampus dan lobus frontal kurang aktif pada kelompok yang khawatir tentang sengatan listrik. Menurut penelitian sebelumnya dari tim peneliti, stres mengganggu aktivitas sistem saraf, sehingga menyulitkan untuk mengambil dan menggunakan ingatan.
◇ Tertawa dan pijat membantu mengurangi stres Jika Anda tidak dapat menghilangkan situasi yang menimbulkan stres, Anda perlu berupaya untuk mengelolanya secara efektif. Sebuah studi oleh tim peneliti di Memorial Hospital di Indiana menemukan bahwa hanya dengan tertawa terbahak-bahak selama 15 detik dapat mengaktifkan endorfin dan sel imun, sehingga memperpanjang umur. Dr. Liebert, yang telah mempelajari tawa selama 18 tahun, menganalisis darah orang yang tertawa dan mengungkapkan bahwa sel NK, yang menyerang virus dan sel kanker, diaktifkan. Meditasi dan berjemur juga membantu mengurangi stres.
Mendapatkan pijat juga merupakan metode yang baik. Bahkan, menurut penelitian dari Universitas Konstanz di Jerman, kelompok yang menerima pijat leher dan bahu selama 10 menit mengalami pengurangan stres, kecemasan, dan kekhawatiran yang lebih besar daripada kelompok yang beristirahat. Memijat otot sternocleidomastoid dan suboccipital merangsang saraf vagus, mendorong sekresi hormon kebahagiaan. Sternocleidomastoid adalah otot yang membentang di ruang antara tulang selangka dan di belakang telinga. Sternocleidomastoid kanan adalah bagian yang panjang dan menonjol di sisi kanan leher saat Anda menoleh ke kiri. Bentuklah seperti kait dengan tangan Anda dan pegang sternocleidomastoid kanan dengan lembut selama 10 detik. Kemudian, putar kepala Anda ke kanan dan pegang sternocleidomastoid kanan lagi selama 10 detik. Ulangi proses yang sama untuk sternocleidomastoid kiri.
Otot suboksipital adalah otot-otot kecil yang terletak di dasar bagian belakang kepala yang menopangnya dan menghubungkan kepala, leher, dan bahu. Melepaskan ketegangan pada otot-otot ini dapat membantu mengurangi sakit kepala. Pertama, tautkan kedua tangan Anda dan bentuk cekungan di bagian belakang kepala Anda. Kemudian, gunakan ibu jari Anda untuk menekan area cekung di dasar bagian belakang kepala Anda selama 20 detik. Akan lebih efektif jika Anda melakukan ini dengan dagu diturunkan dan mata tertutup.
================
Rotasi bahu
Melakukan peregangan leher sedikit membantu.
Menurutku, "membuat orang tertawa" adalah hal yang paling sulit.
Tertawalah banyak hari ini juga.









