건강은 꾸준하게 관리하는게 정답인것 같아요
"Berbohong tentang menurunkan berat badan sambil makan?" 9 cara menurunkan berat badan setelah usia 60 tahun
Mengapa setelah usia 60 tahun berat badan sulit turun?
Ketika masih muda, aktivitas yang tinggi dan kecepatan metabolisme yang cepat membuat pengelolaan berat badan relatif lebih mudah. Namun, seiring bertambahnya usia, aktivitas menurun dan massa otot juga berkurang sehingga laju metabolisme basal menurun. Selain itu, wanita mengalami penurunan estrogen, dan pria mengalami penurunan testosteron, yang membuat pemeliharaan berat badan menjadi semakin sulit. Selain itu, jumlah oksigen yang dihirup juga berkurang, sehingga saat berolahraga, Anda mungkin merasa napas lebih cepat tersengal-sengal. Oleh karena itu, memulai olahraga secara perlahan sangat penting.
9 tips nyata untuk penurunan berat badan
1. Fokus pada kesehatan daripada berat badan = Setelah usia 60 tahun, menjaga dan meningkatkan massa otot lebih penting daripada menurunkan angka di timbangan. Karena penuaan menyebabkan penurunan massa otot setiap tahun, latihan kekuatan sangat penting. Jumlah otot juga mempengaruhi tingkat metabolisme dasar dan pengurangan lemak tubuh. Selain itu, setelah menopause, tulang cenderung menjadi rapuh, sehingga olahraga yang mendukung penopang berat badan juga dapat menjaga kesehatan tulang.
2. Tambahkan latihan kekuatan ke dalam rutinitas harian = Jika otot berkurang, kecepatan metabolisme juga melambat. Tetapi dengan latihan kekuatan, otot akan tumbuh kembali dan secara bersamaan meningkatkan tingkat metabolisme. Saat memulai latihan, mulailah dengan ringan, dan jika memungkinkan, lakukan program yang disesuaikan secara pribadi bersama pelatih profesional. Setelah terbiasa, secara bertahap tingkatkan beban untuk mendapatkan hasil yang optimal. Misalnya, jika Anda tidak merasa lelah setelah melakukan 10-12 repetisi dengan dumbbell 5 pon, maka harus beralih ke 8 pon. Beban yang cukup adalah yang membuat Anda hampir tidak mampu menyelesaikan repetisi.
3. Asupan cairan yang cukup adalah dasar = Seiring bertambahnya usia, fungsi otak yang mengenali sinyal haus menjadi kurang tajam, sehingga cenderung minum lebih sedikit air. Terutama, banyak orang menghindari minum air agar tidak sering ke kamar kecil. Namun, cairan sangat penting untuk pencernaan dan metabolisme. Rasa haus juga bisa disalahartikan sebagai lapar, sehingga jika tidak cukup minum, mudah untuk makan berlebihan. Menggunakan botol air yang menunjukkan waktu dapat membantu menjaga asupan cairan secara konsisten sepanjang hari.
4. Tingkatkan asupan protein = Semakin bertambah usia, kebutuhan protein semakin meningkat. Mengonsumsi sekitar 30g protein setiap kali makan adalah ideal. Protein tidak hanya membantu pembentukan dan pemulihan otot, tetapi juga membuat kenyang bertahan lebih lama. Pada usia lanjut, cenderung beralih ke pola makan yang lebih berfokus pada karbohidrat atau lemak, jadi penting untuk secara sadar memastikan asupan protein tercukupi.
5. Bersabarlah = Semakin bertambah usia, aktivitas menurun dan otot berkurang sehingga kecepatan penurunan berat badan bisa menjadi lebih lambat. Namun, dengan menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga, akhirnya hasil yang diinginkan dapat dicapai. Daripada terburu-buru, lebih baik fokus pada kebiasaan sehat yang baru itu sendiri.
6. Mari sering melakukan peregangan = Fleksibilitas sangat mempengaruhi kualitas latihan dan pencegahan cedera. Seiring bertambahnya usia, otot menjadi kaku dan aktivitas berkurang, sehingga fleksibilitas menurun. Disarankan untuk melakukan yoga atau peregangan ringan secara rutin. Terutama setelah berjalan atau sebelum dan sesudah berolahraga, jadikan peregangan sebagai kebiasaan untuk mengendurkan tubuh.
7. Mari pertahankan sikap positif = "Memikirkan bahwa bertambah usia otomatis membuat gemuk" dapat menghambat penurunan berat badan. Mencari teman atau komunitas yang bisa diajak berolahraga bersama adalah motivasi yang baik. Misalnya, bergabung dalam kelompok jalan kaki di lingkungan sekitar atau mengikuti kelas olahraga air juga merupakan cara yang baik. Penurunan berat badan tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi faktor psikologis memiliki pengaruh yang lebih besar.
8. Mari konsumsi lebih banyak buah dan sayuran = Orang yang cukup mengonsumsi buah dan sayuran cenderung memiliki kadar lemak tubuh yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak. Namun, kenyataannya banyak orang tidak memenuhi jumlah yang direkomendasikan setiap hari. Mari biasakan menyertakan sayuran dan buah segar di setiap makan.
9. Pentingnya tidur nyenyak = Jika kurang tidur, nafsu makan akan meningkat dan asupan kalori akan bertambah, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Menurut penelitian, orang yang memiliki kualitas tidur yang baik juga cenderung mendapatkan hasil penurunan berat badan yang lebih besar. Sebelum tidur, hindari layar seperti ponsel pintar atau TV, dan jaga kamar tetap gelap dan sejuk serta tidur tidak terlalu larut.
=============================
Kesehatan tidak memiliki batas usia tertentu untuk dijaga.
Sekarang adalah waktu yang paling cepat ~ Semangat!!









