Warna tinja dapat dengan mudah berubah tergantung pada makanan yang dikonsumsi. Diare berwarna hijau biasanya terjadi setelah mengonsumsi banyak sayuran hijau, Jika bersifat sementara, Anda tidak perlu khawatir. Kadang-kadang tinja berwarna hijau muncul ketika empedu tidak terurai dengan baik di dalam usus. Hal ini disebabkan oleh diare yang parah sehingga tinja melewati usus dengan cepat. Tinja berubah warna menjadi hijau karena empedu berwarna hijau bertemu dengan bakteri di dalam usus dan berubah menjadi cokelat.
hitam
Tinja berwarna hitam adalah tanda bahwa terjadi perdarahan di kerongkongan, lambung, atau duodenum. Darah yang dihasilkan dari luka pada mukosa bercampur dengan makanan dan kemudian beroksidasi saat bersentuhan dengan oksigen, sehingga berubah menjadi warna hitam. Penyebabnya bisa termasuk penyakit refluks gastroesofagus, gastritis, atau tukak lambung. Banyak orang yang mengalami tinja berwarna hitam disertai sensasi terbakar di perut dan kesulitan pencernaan.
3. Merah
Jika tinja berwarna merah, itu berarti ada perdarahan di saluran pencernaan dekat anus, dan ini bisa disebabkan oleh kolitis ulserativa atau divertikulitis. Sebelum usia 40 tahun, seringkali darah dalam tinja disebabkan oleh wasir. Jika muncul benjolan kecil di anus atau terasa gatal, dan Anda melihat tinja berdarah berwarna merah cerah, kemungkinan besar itu adalah wasir.
Darah merah dalam tinja dapat menjadi tanda kecurigaan kanker usus besar. Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri perut, penurunan berat badan secara drastis, tinja yang lembek, atau sensasi sisa kotoran, segera kunjungi rumah sakit.
4. Abu-abu keruh atau putih
Jika Anda melihat tinja berwarna abu-abu gelap atau putih, Anda dapat mencurigai adanya obstruksi saluran empedu. Empedu tidak tercampur dengan baik dalam tinja sehingga menghasilkan tinja yang tampak seperti nasi putih yang digumpal atau seperti tahu yang dihancurkan. Selain itu, tinja berwarna abu-abu juga dapat terlihat pada kasus radang kandung empedu dan batu empedu. Selain itu, jika pankreatitis menyebabkan kemampuan pencernaan lemak menurun, komposisi lemak dalam tinja akan membuatnya mendekati warna putih.