logo

Apakah hari "curang" (cheat day) benar-benar diperlukan saat diet?

Akhir-akhir ini saya sedang diet dengan mengontrol kebiasaan makan, tetapi saya merasa stres semakin menumpuk karena saya terus-menerus harus menahan diri dari makanan yang saya idam-idamkan. Berat badan saya cukup terkontrol di hari kerja, tetapi kadang-kadang saya sangat menginginkan makanan seperti ayam goreng, tteokbokki, atau roti.

Saya bingung karena sebagian orang mengatakan bahwa memiliki "hari curang" (cheat day) justru membantu diet bertahan lebih lama, sementara yang lain mengatakan hal itu menyebabkan makan berlebihan dan berat badan kembali naik. Saya bertanya-tanya apakah "hari curang" benar-benar diperlukan, atau apakah lebih baik untuk tetap konsisten dengan diet saya yang biasa.

Apakah ada di antara kalian yang rutin melakukan "cheat day" saat sedang diet? Saya ingin tahu apakah boleh makan apa pun yang saya inginkan sekitar sekali seminggu, atau apakah lebih efektif jika hanya ada satu kali makan di mana saya bisa makan dengan bebas, seperti "cheat meal".

Saya merasa cemas ketika berat badan saya tiba-tiba naik setelah hari "curang" (cheat day), dan saya penasaran apakah ini hanya perubahan sementara atau memang penambahan lemak. Saya akan sangat menghargai pengalaman atau saran dari mereka yang berhasil menggunakan hari "curang" untuk melanjutkan diet mereka tanpa stres. 😊

0
0
komentar0