과유불급이라고 자신에게 맞는 적당한 운동으로 꾸준히 하는게 좋은것 같네요~ 욕심내지 말자구요🤭🤭
Olahraga berlebihan tanpa istirahat
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang adalah terus berolahraga tanpa memastikan waktu istirahat yang cukup. Kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa olahraga berlebihan dapat menyebabkan peradangan kronis, peningkatan kadar kortisol, dan peningkatan risiko cedera, yang berpotensi menyebabkan tubuh menua sebelum waktunya.
Bahkan saat berolahraga, Anda harus mengambil waktu istirahat yang cukup dan memastikan waktu untuk pemulihan aktif. Ini memungkinkan Anda untuk mempertahankan tingkat aktivitas sambil mengurangi tekanan berlebihan pada tubuh. Disarankan juga untuk memasukkan waktu pemulihan ke dalam aktivitas sederhana seperti yoga ringan, peregangan, atau latihan reaksi menggunakan bola tenis.
Kebiasaan menghindari latihan beban
Latihan kekuatan sangat penting untuk meningkatkan kekuatan otot dan tulang. Pentingnya latihan ini meningkat, terutama seiring bertambahnya usia. Menghindari latihan beban mempercepat hilangnya massa otot (sarkopenia) dan hilangnya massa tulang (osteoporosis), melemahkan tubuh dan meningkatkan risiko cedera seiring bertambahnya usia.
Disarankan untuk memasukkan sesi latihan kekuatan 2 hingga 3 kali seminggu dalam rutinitas olahraga Anda. Gerakan fungsional seperti deadlift, squat, dan push-up juga penting. Jika sulit untuk pergi ke gym, disarankan juga untuk mencoba menggunakan barang-barang rumah tangga seperti resistance band atau botol air sebagai beban.
Fokus hanya pada latihan intensitas tinggi.
Melakukan latihan intensitas tinggi secara terus-menerus seperti melompat atau berlari dapat menyebabkan penumpukan tekanan pada persendian seiring waktu, sehingga meningkatkan risiko radang sendi atau cedera.
Alih-alih hanya fokus pada latihan intensitas tinggi, Anda sebaiknya memasukkan latihan alternatif intensitas rendah seperti bersepeda, berenang, dan berjalan kaki. Latihan-latihan ini meningkatkan kesehatan kardiovaskular sekaligus mengurangi tekanan pada persendian. Selain itu, bermanfaat juga untuk membuat rutinitas seimbang yang mencakup latihan kekuatan yang ramah persendian seperti step-up dan glute bridge.
Lewati pemanasan dan pendinginan
Bagian terpenting dari rutinitas olahraga adalah 'pemanasan' dan 'pendinginan'. Melewatkan proses ini meningkatkan risiko cedera, menyebabkan otot menjadi kaku, dan memperlambat pemulihan.
Saat memulai sesi latihan, Anda harus memberi sinyal pada otot Anda dengan gerakan pemanasan seperti memutar lengan dan mengayunkan kaki. Setelah selesai berolahraga, bermanfaat untuk melakukan peregangan statis untuk merilekskan otot Anda. Jika Anda memiliki bola pijat atau roller busa, Anda dapat menggunakannya untuk membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan sirkulasi darah.
Mengabaikan pelatihan mobilitas
Elemen kunci lain dari rutinitas olahraga yang sukses adalah pelatihan mobilitas. Mengabaikan fleksibilitas dan mobilitas selama berolahraga membatasi jangkauan gerak tubuh, menyebabkan postur tubuh yang buruk, dan menurunkan efisiensi secara tajam. Masalah ini menjadi lebih nyata seiring bertambahnya usia.
Untuk mengurangi kekakuan tubuh dan meningkatkan gerakan, Anda sebaiknya melakukan latihan yang meningkatkan aliran mobilitas yang baik. Contohnya termasuk yoga atau Pilates. Jika waktu Anda terbatas, melakukan peregangan seperti pembuka pinggul atau pose kucing-sapi sambil menonton TV atau setelah berolahraga juga dapat membantu.
==============
Olahraga teratur menjaga tubuh tetap sehat, tetapi,
Seberapa keras pun Anda mencoba, Anda tanpa sengaja tetap melakukannya.
Beberapa tindakan justru dapat mengurangi upaya tersebut.
Tampaknya, berolahraga keras bukanlah satu-satunya cara untuk sukses.
Sesuatu yang teratur, seperti rutinitas harian.
Kamu harus berolahraga.
Jadi, memaksakan diri terlalu keras justru bisa berbahaya.