예전엔 뱃살 걱정 진짜 안했는데.. 요즘은 조금씩 나와요.. 운동하고 식단 조절해도 완전 쏙 들어가진 않더라구요 섬유질 잘 챙겨서 먹어야겠어요~^^
Jika Anda tidak mampu menghilangkan lemak perut meskipun sudah berusaha keras, ketidakseimbangan hormon mungkin menjadi penyebabnya. Mari kita lihat hormon-hormon yang menyebabkan penumpukan lemak perut dan cara mengatasinya, seperti yang dipublikasikan di situs informasi kesehatan AS 'Prevention'.
◇ Perubahan hormon menyebabkan penumpukan lemak perut
"Ada berbagai hormon dalam tubuh kita yang memengaruhi bagaimana lemak diangkut di perut," kata Dr. Christa Gonzalez, seorang ahli endokrinologi dan pendidik asal Amerika. Estrogen, hormon wanita, berperan dalam distribusi lemak, dan ketika kadar estrogen menurun karena menopause atau faktor lain, lemak cenderung menumpuk di perut, bagian tengah tubuh.
Ketika kadar hormon testosteron pada pria menurun, komposisi tubuh berubah, seperti pengurangan massa otot, yang menyebabkan peningkatan lemak perut. Sekresi hormon stres kortisol yang berlebihan mengakibatkan penambahan berat badan dan peningkatan distribusi lemak perut. Seiring dengan penumpukan lemak perut secara bertahap, fungsi hormon penekan nafsu makan leptin juga dapat menurun.
Dr. Gonzalez mengatakan, “Jika leptin tidak berfungsi dengan baik karena penumpukan lemak perut, Anda tidak merasa kenyang, yang menyebabkan siklus buruk penumpukan lemak perut dan kenaikan berat badan lebih lanjut.”
◇ Gejala fisik yang menunjukkan perubahan hormonal
Jika lemak perut tidak kunjung hilang dan disertai gejala fisik berikut, Anda mungkin mencurigai adanya ketidakseimbangan hormon.
Salah satu gejala khasnya adalah lemak perut tidak berkurang meskipun sudah berolahraga atau mengatur pola makan. Sarah Gottfried, seorang ahli terapi hormon asal Amerika, mengatakan, “Ketika estrogen menjadi kurang karena penuaan atau menopause, resistensi insulin meningkat, menyebabkan lemak perut menumpuk.” Ia menambahkan, “Resistensi insulin yang tinggi menyebabkan tubuh menyimpan lemak alih-alih membakarnya, sehingga lemak perut tidak mudah hilang melalui olahraga atau pengaturan pola makan.”
Karena resistensi insulin juga memengaruhi hormon leptin, hal ini disertai dengan gejala seperti ketidakmampuan untuk mengontrol nafsu makan dan makan berlebihan. Pada wanita, gejala seperti perubahan suasana hati yang signifikan dan mudah depresi dapat terjadi. Selain itu, insomnia dan kecemasan yang terus-menerus merupakan tanda-tanda lain dari perubahan hormonal.
◇ Untuk Mengembalikan Keseimbangan Hormon
Menjaga keseimbangan hormon memerlukan perubahan gaya hidup yang tepat dan intervensi medis. Dr. Gottfried mengatakan, “Untuk mengurangi lemak perut yang disebabkan oleh perubahan hormon, Anda harus berolahraga secara teratur dan mendapatkan setidaknya 7 hingga 8 jam tidur nyenyak setiap malam.” Olahraga harus menggabungkan latihan kekuatan dan latihan aerobik untuk meningkatkan massa otot dan metabolisme secara bersamaan.
Dianjurkan untuk mengurangi asupan karbohidrat olahan seperti nasi putih, tepung, dan gula, serta meningkatkan asupan serat dari sumber seperti kacang-kacangan dan sayuran.
"Mir Ali, seorang ahli bedah di U.S. Weight Loss Center, menyatakan, 'Jika Anda telah menetapkan rencana diet dan olahraga yang tepat, disarankan untuk mengunjungi rumah sakit untuk meninjaunya dengan staf medis atau ahli gizi profesional.' Ia menambahkan, 'Karena perubahan hormonal dan peningkatan lemak perut terkadang dapat disebabkan oleh kondisi mendasar seperti hipotiroidisme, intervensi yang tepat oleh spesialis diperlukan.' Jika suatu kondisi didiagnosis, pengobatan yang dipersonalisasi akan diberikan, seperti pemberian hormon yang kekurangan atau mempertimbangkan obat penurun berat badan."
===========
Hormon memainkan peran penting dalam diet.
Untuk menjaga keseimbangan, yang selalu muncul setiap saat
karbohidrat???
Tampaknya meningkatkan asupan serat adalah hal yang sudah pasti.