logo

(Olahraga) Bernapas seperti ini... otot menjadi lebih rileks dengan lebih baik

Saat melakukan stretching, bernafas seperti ini... otot akan lebih rileks.

 

(Olahraga) Bernapas seperti ini... otot menjadi lebih rileks dengan lebih baik

 

 

 

Saat berolahraga, kita harus memperhatikan pernapasan untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi risiko cedera. Pernapasan berbeda tergantung pada jenis dan intensitas latihan. Kami telah mempelajari tentang teknik pernapasan untuk setiap jenis olahraga.

 

◇Latihan kekuatan, hembuskan napas saat mengeluarkan tenaga

 

Selama latihan kekuatan, biasanya saat mengencangkan otot (kontraksi) kita menghembuskan napas, dan saat melepaskan otot (relaksasi) kita menarik napas. Setiap kali melakukan gerakan kontraksi dan relaksasi otot, kita harus menghembuskan dan menarik napas sekali. Ketika otot dikencangkan, tekanan darah akan meningkat. Pada saat menghembuskan napas, tekanan darah akan menurun, jadi sebaiknya bernafas secara perlahan dan dalam sebanyak mungkin, dan hindari berhenti di tengah jalan atau memutuskan napas secara tiba-tiba.


Terutama saat melakukan latihan mengangkat beban, metode pernapasan ini sangat membantu. Saat mengangkat beban, tahan napas dari saat mengangkat hingga selesai, lalu hembuskan perlahan setelah selesai mengangkat. Saat menurunkan beban, tarik napas lagi. Jika orang sehat menggunakan metode pernapasan ini, efektivitas latihan kekuatan akan meningkat. Namun, orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau kanker harus berhati-hati dan tidak menggunakan metode pernapasan ini.

 

◇​Latihan kardio, langkah berbeda setiap kali menghembuskan napas

 

Saat melakukan olahraga aerobik seperti berjalan, jogging, atau bersepeda, pola pernapasan yang baik adalah menarik napas sambil menjejakkan tiga langkah, dan menghembuskan napas sambil menjejakkan dua langkah. Pola pernapasan ini membantu pernapasan yang stabil dan mencegah arthritis atau patah tulang karena kelelahan. Saat menarik napas, tubuh mengencang, dan saat menghembuskan napas, tubuh mengendur, tetapi jika setiap kali tubuh mengencang, kaki yang sama digunakan untuk menjejak tanah, maka mudah mengalami arthritis atau patah tulang karena kelelahan. Saat berlari cepat, tarik napas sambil menjejakkan dua kaki, dan saat menghembuskan napas, menjejakkan satu kaki. Saat bersepeda, tarik napas sambil menjejakkan pedal lima kali, dan saat menghembuskan napas, menjejakkan pedal dua kali.

 

◇​Latihan kelenturan, menjaga pernapasan dalam

 

Saat melakukan latihan yang membutuhkan kelenturan seperti stretching, banyak orang berhenti bernapas saat berhenti bergerak. Namun, jika berhenti bernapas, otot bisa menjadi kaku dan mengganggu proses stretching. Oleh karena itu, saat melakukan latihan kelenturan, penting untuk tidak menahan napas dan menjaga pernapasan dalam. Jika oksigen cukup dipasok ke otot, ketegangan tubuh akan berkurang dan efek stretching dapat meningkat.

 

 

============

Saat berjalan, aku hanya bernafas saja.

 

Setiap kali menghembuskan napas, langkah kaki yang berbeda

 

Jangan lupa.. setiap kali berjalan, saya harus mengingatnya.

1
0
komentar 4
  • gambar profil
    머랭이
    생각없이 가볍게 걷곤했는데 그러면 안되는거네요
    걷는것도다 요령이 있군요! 
  • gambar profil
    아침햇살77
    폼도 좋고 건강하신 운도이군요
    자료 감사합니다
  • gambar profil
    bi
    운동할때 호흡법도 중요하네요 
    유용한 정보 감사합니다 
  • gambar profil
    깐데또까
     호흡하는것도 신경써야 겟는데요
     좋은정보 감사합니다