"Apakah ada orang yang tidak boleh makan cokelat meskipun memiliki esofagitis?"
2024.08.31 21:13
memeriksa saran membatalkan
Pasien dengan batu saluran kemih atau inkontinensia urin
Tidak boleh makan cokelat~
Saya baru tahu~
Cokelat karena kandungan gulanya yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan tajam kadar gula darah setelah dikonsumsi. Hal ini dapat memperburuk resistansi insulin dan menyulitkan pengelolaan gula darah, yang dapat berdampak serius pada kesehatan penderita diabetes. Diketahui bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi seperti penyakit jantung dan hipertensi. Namun, lemak jenuh yang terkandung dalam cokelat dapat meningkatkan kadar kolesterol dan merusak kesehatan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko komplikasi tersebut.
Penderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD) tidak disarankan untuk mengonsumsi cokelat karena berbagai alasan. Cokelat mengandung tingkat tinggi lemak dan kafein yang dapat memperburuk gejala. Menurut Mayo Clinic di Amerika Serikat, kafein dan lemak yang terkandung dalam cokelat dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah (LES), sehingga memudahkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati. Selain itu, cokelat juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Terutama setelah makan atau saat berbaring di malam hari, gejala dapat menjadi lebih parah.
✔️ Kandungan oksalat dalam cokelat dapat menyebabkan batu ginjal... Orang yang sering mengalami migrain juga harus berhati-hati
Penderita batu saluran kemih sebaiknya menghindari makan cokelat sebisa mungkin. Pertama, cokelat mengandung tingkat tinggi oksalat yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu saluran kemih. Mengonsumsi banyak makanan yang kaya oksalat akan meningkatkan konsentrasi oksalat dalam urin, sehingga meningkatkan risiko pembentukan batu saluran kemih. Oksalat juga banyak ditemukan dalam bayam, bit, kacang tanah, dan teh.
Penderita inkontinensia urin harus berhati-hati. Kafein dan bahan lain yang terkandung dalam cokelat dapat merangsang kandung kemih dan memperburuk gejala inkontinensia urin. Cokelat mengandung kafein yang merangsang kandung kemih. Ini dapat menyebabkan kontraksi kandung kemih dan memperburuk gejala sering buang air kecil atau inkontinensia urin. Penderita inkontinensia urin disarankan untuk menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein.
Penyebab utama migrain adalah stres, tetapi tergantung pada individu, makanan juga dapat memicu migrain. Alkohol adalah yang paling umum. Selain itu, cokelat, keju, buah jeruk, dan makanan gorengan dapat memicu migrain. Para ahli menjelaskan bahwa alasan cokelat dapat memicu migrain adalah karena kandungan feniletilamin di dalamnya yang menyempitkan pembuluh darah di otak, menyebabkan sensasi berdenyut di kepala.
Selain itu, cokelat mengandung banyak gula sehingga setelah dikonsumsi kadar gula darah dapat meningkat secara drastis dan kemudian turun dengan cepat. Fluktuasi kadar gula darah ini dapat menjadi salah satu faktor pemicu migrain. Cokelat mengandung kafein dan tiramin. Kafein adalah zat yang diketahui dapat memicu migrain. Kafein menyempitkan pembuluh darah dan merangsang sistem saraf, yang dapat menyebabkan migrain. Tiramin juga memiliki efek menyempitkan pembuluh darah, yang dapat memperburuk kondisi penderita migrain.
0
0
komentar 3