logo

"Boleh makan makanan berkalori tinggi?"... Cara makan juga harus berbeda tergantung pada jumlah olahraga yang dilakukan

 

Diet sehat tidak berlaku secara seragam untuk semua orang, karena berbeda-beda tergantung individu. Kondisi penyakit, tipe tubuh, berat badan atau tingkat lemak tubuh, serta jumlah olahraga yang dilakukan semuanya mempengaruhi. Meskipun tidak secara khusus menginginkan tubuh berotot seperti perut cokelat, jika jumlah olahraga jauh melebihi tingkat yang tepat, diet yang terbatas tidak selalu bermanfaat bagi kesehatan. Berikut adalah penjelasan tentang diet berdasarkan jumlah olahraga, sebagaimana disampaikan oleh media informasi kesehatan Amerika, ‘Everyday Health’.

 

Karbohidrat, juga harus makan camilan manis sedikit

 

Karbohidrat, terutama karbohidrat olahan, muncul sebagai musuh obesitas dan kesehatan, sehingga diet yang membatasi karbohidrat menjadi tren. Tentu saja, tidak perlu mengonsumsi banyak karbohidrat jika dibandingkan dengan jumlah energi yang dibakar, tetapi diet rendah karbohidrat yang tidak mempertimbangkan tingkat aktivitas fisik justru dapat menyebabkan kekurangan energi dan merusak kesehatan, menurut pendapat para ahli olahraga. Jika energi tubuh secara keseluruhan menurun, metabolisme tidak berjalan lancar, kemampuan berolahraga menurun, dan risiko cedera meningkat.

 

Pentingnya mengonsumsi karbohidrat kompleks yang kaya serat seperti gandum utuh dan beras merah daripada karbohidrat olahan sering disebutkan dalam kaitannya dengan diet dan pengelolaan kesehatan, tetapi ini tidak berlaku untuk semua orang. Jika berat badan Anda sudah berada pada tingkat yang sesuai, atau bahkan di bawahnya, atau jika tingkat kebugaran Anda cukup tinggi sehingga Anda melakukan latihan dalam jumlah yang sangat banyak, mengonsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah yang tepat pada waktu yang tepat justru bisa bermanfaat bagi kesehatan. Karbohidrat olahan cepat dicerna, sehingga dapat dengan mudah dan cepat mengembalikan energi yang menurun dan memulihkan kekuatan. Sebelum melakukan latihan intensitas tinggi dalam waktu yang lama, mengonsumsi roti putih, camilan manis, atau buah-buahan dapat membantu memastikan Anda memiliki kekuatan untuk bertahan selama latihan.


Tidak perlu hanya memilih salad dan dada ayam saja

 

Bagi mereka yang sudah menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan mereka, bukan hanya untuk kesehatan, peningkatan aktivitas berarti mereka membutuhkan lebih banyak kalori. Dalam situasi seperti ini, jika mereka hanya makan dada ayam dan salad setiap hari, tubuh pasti akan mengalami beban. Menambahkan sedikit minyak zaitun dan buah ke salad saja tidak cukup untuk memberi otot kekuatan yang cukup untuk bergerak.

 

Bukan berarti Anda harus mengonsumsi makanan cepat saji atau gorengan secara berlebihan. Maksudnya adalah mengutamakan makanan yang relatif tinggi kalori dan sehat seperti ubi jalar, alpukat, produk susu hewani, selai kacang, dan salmon, tetapi jangan terlalu terikat pada kalori. Makanlah salad dengan dada ayam lebih sedikit daripada makan sandwich yang berisi salad, selai kacang, dan selai, karena itu bisa menjadi pola makan yang lebih sehat.

Dalam kasus susu, ada juga penggantian dengan minuman berprotein nabati seperti susu kedelai atau susu almond, tetapi ini juga tidak dianjurkan. Susu hewani mengandung lebih banyak lemak, protein, dan karbohidrat yang membantu meningkatkan kemampuan olahraga. Jika berolahraga di luar ruangan sambil terkena sinar matahari, kita harus mengonsumsi lemak yang cukup dengan minum susu atau sejenisnya agar tubuh kita dapat menyerap vitamin D yang diperoleh dengan susah payah dengan baik.

 

Apakah harus tiga kali sehari? Tidak apa-apa makan lebih sering

 

Banyak orang berpikir bahwa untuk meningkatkan efektivitas olahraga, mereka harus mengurangi jumlah dan frekuensi makan. Namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, orang yang berolahraga banyak membakar kalori lebih banyak, sehingga makan secara teratur agar energi tidak menurun justru membantu menjaga kesehatan. Menurut ahli gizi olahraga, orang yang aktif sebaiknya makan sekitar empat kali sehari dengan jarak 3-4 jam agar optimal. Jika pulang kerja sekitar pukul 6 sore dan berolahraga, maka sarapan sekitar pukul 7-8 pagi, makan siang saat tengah hari, satu kali lagi sekitar pukul 4 sore, dan setelah pulang kerja langsung berolahraga diikuti makan malam akan lebih efektif.

 

 

==================

Sepertinya diet dan olahraga selalu berjalan bersamaan, bukan?

Jumlah makan dan olahraga juga terlalu sulit.

Mengatur pola makan. Mengatur jumlah olahraga juga, haha

Saya rasa akan baik jika menulis buku harian tentang hal-hal seperti ini.

2
0
komentar 3
  • gambar profil
    프카쟁이
    저 운동하는데 요즘 들어 식욕도 없고 특히나 고기를 잘 안먹으니까 외려 근육이 더 빠지는 느낌도 들어요... 굶는게 더 편하다는... 운동하려면 먹는거 진짜 신경써야 되는듯요
  • gambar profil
    지영도영
    운동량에 따라 먹는것도 달라질수 있군요
  • gambar profil
    아침햇살77
    역으로 두끼만 고집하는거
    운동을 안해서 무리 없을까요??