Bagi pemula atau orang tua, berjalan kaki lebih baik dilakukan. Berjalan kaki mencegah penumpukan kolesterol di dalam tubuh, mengobati stres dan depresi, mempercepat perputaran otak, dan melancarkan sirkulasi darah. Berjalan kaki membantu meningkatkan kesehatan bagi ibu hamil, orang yang kelebihan berat badan, penderita diabetes, dan penderita osteoporosis. Untuk orang sehat, disarankan berjalan selama sekitar 1 jam 30 menit dengan kecepatan 6-7 km/jam.
![[사진=클립아트코리아]](https://imgnews.pstatic.net/image/296/2024/08/16/0000080925_003_20240816183109146.jpg?type=w430)
◆ Berlari > berjalan kaki membakar kalori dua kali lipat
Berjalan kaki dan berlari memiliki efek olahraga yang berbeda terlebih dahulu. Dalam waktu yang sama, berlari dengan kecepatan ringan memiliki efek sekitar 1,5 hingga 2 kali lipat lebih besar daripada berjalan kaki. Jika seorang dewasa dengan berat badan 80kg berlari selama 30 menit, ia akan membakar sekitar 320 kalori, sedangkan berjalan kaki membakar sekitar 160 kalori. Bahkan berlari dengan kecepatan yang relatif lambat sangat efektif dalam membakar lemak, sehingga efektif dalam mencegah obesitas. Berlari dengan kecepatan tinggi meningkatkan kapasitas paru-paru dan merangsang fungsi jantung dan paru-paru secara sangat baik dibandingkan berjalan kaki. Secara alami, jumlah otot meningkat dan tulang bertambah.
◆ Berlari > Perhatikan sendi dan jantung, sesuaikan intensitasnya
Lari memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan berjalan, sehingga kalori yang dibakar per satuan waktu hampir dua kali lipat, tetapi juga dapat menyebabkan kelelahan dengan lebih mudah. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari lari, perlu mengatur intensitas latihan secara tepat. Karena saat berlari kedua kaki tidak menyentuh tanah secara bersamaan, hal ini dapat memberi beban pada sendi saat mendarat. Jika mengalami nyeri sendi, harus berhati-hati karena nyeri bisa menjadi lebih parah.
Orang dengan jantung yang lemah sebaiknya tidak berlari. Terutama bagi orang paruh baya dan lansia yang mungkin merasa beban pada jantung dan sistem peredaran darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis terlebih dahulu untuk memeriksa kondisi tubuh sebelum memulai latihan lari.