수분보충 수시로 해야지요 오늘도 수분보충 합니다
Meskipun tidak merasa haus, tetap harus minum air terus-menerus... Penyakit panas yang menyebabkan 22 orang meninggal, gejalanya apa
Cuaca sangat panas sekali
Gelombang panas dan COVID-19.. pesan keamanan juga terus datang.
Kejadian dan kecelakaan juga banyak, jadi pastikan minum banyak air..
Hati-hati saat keluar rumah saat cuaca sangat panas~
Gelombang panas yang berkepanjangan menyebabkan jumlah pasien penyakit terkait panas di seluruh negeri terus meningkat melebihi 2600 orang. Jumlah kematian mencapai 22 orang.
Menurut laporan sistem pemantauan darurat penyakit panas dari Badan Pengendalian Penyakit pada tanggal 16, jumlah kasus penyakit panas hingga tanggal 15 lalu tercatat sebanyak 2.652 orang. Angka ini meningkat 206 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 2.346 orang.
Jumlah kematian akibat penyakit panas mencapai 22 orang.
Penderita penyakit panas berdasarkan jenis kelamin adalah 77,8% pria (2063 orang) dan 22,2% wanita (589 orang). Jika dilihat berdasarkan usia, 31,7% (841 orang) berusia 65 tahun ke atas. Kelompok usia 50-an adalah 18,7% (496 orang), 60-an 18,6% (494 orang), 40-an 14,2% (376 orang), 30-an 12,4% (328 orang), 70-an 12,4% (329 orang), di atas 80 tahun 10,4% (277 orang), dan 20-an 10,1% (269 orang).
Jika dilihat berdasarkan pekerjaan, pekerja kerja kasar sederhana adalah yang paling banyak dengan persentase 23,0% (609 orang), diikuti oleh tidak diketahui (17,7%·470 orang), tidak bekerja karena tunawisma (13,7%·364 orang), dan pekerja terampil di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan (8,6%·229 orang). Jika dilihat berdasarkan penyakit, kelelahan akibat panas adalah yang paling umum dengan persentase 55,3% (1466 orang), diikuti oleh heat stroke 21,0% (556 orang), kejang panas 14,0% (372 orang), dan pingsan akibat panas 8,3% (221 orang).
Waktu kejadian tersebar merata dari pagi hingga sore. Puncaknya terjadi antara pukul 2 hingga 3 sore (10,7%), diikuti oleh pukul 3 hingga 4 sore (10,6%) dan pukul 6 hingga 10 pagi (10,4%). Tempat kejadian sebagian besar di luar ruangan sebanyak 78,8%, sedangkan di dalam ruangan 21,2%. Tempat kerja di luar ruangan adalah yang paling banyak, yaitu 31,3% (831 orang), diikuti oleh ladang dan sawah sebanyak 15,0% (399 orang), dan pinggir jalan sebanyak 9,3% (246 orang).
Penyakit akibat panas adalah penyakit akut yang disebabkan oleh panas, yang muncul ketika terpapar lingkungan dalam waktu lama, dengan gejala seperti sakit kepala, pusing, kejang otot, kelelahan, dan penurunan kesadaran, dan jika dibiarkan dapat mengancam nyawa, dengan heat stroke dan heat exhaustion sebagai contoh utama.
Heatstroke menyebabkan suhu tubuh meningkat di atas 40℃, tidak berkeringat, kulit menjadi kering dan panas.
Kejang panas adalah kondisi di mana kulit menjadi pucat dan muncul gejala kelemahan, kelelahan, kejang otot, mual, dan suhu tubuh tidak meningkat lebih dari 40 derajat Celsius.
Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa saat peringatan dan peringatan suhu panas ekstrem dikeluarkan, aktivitas selama jam panas harus dikurangi dan jika tidak dapat dihindari, disarankan untuk mengenakan topi yang luas, pakaian cerah dan longgar, serta tempat yang terang.
Meskipun tidak merasa haus, tetaplah minum air secara teratur dan mandi secara sering. Pada waktu terpanas, hindarilah pekerjaan di luar ruangan dan olahraga, serta tetaplah di tempat yang sejuk untuk menghindari panas.
Minum alkohol dapat meningkatkan suhu tubuh, dan minuman berkafein tinggi seperti kopi atau minuman bersoda dapat menyebabkan dehidrasi melalui efek diuretik, sehingga harus menghindari konsumsi berlebihan.
<Asal Usul Inews24>