건강식단을 책임질 주부로서 다시한번 맘을 다잡게 해주는 기사네요 좋은정보감사해요
"Kenapa kamu mengonsumsi suplemen?"… Apa yang benar-benar harus dikonsumsi agar bisa menua dengan perlahan?
Dalam beberapa waktu terakhir, perhatian terhadap kesehatan meningkat pesat, dan pasar suplemen nutrisi berkembang dengan pesat.
Tapi, apakah suplemen nutrisi seperti ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan kita?
Mungkin sebenarnya yang kita lewatkan adalah sesuatu yang penting?
Makan banyak sayuran dan buah-buahan adalah pengetahuan umum bahwa itu baik untuk kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi 400g sayuran dan buah-buahan setiap hari.
Menurut pengumuman dari tim peneliti Universitas London di Inggris pada tahun 2014, orang yang mengonsumsi 560g sayuran dan buah-buahan setiap hari memiliki tingkat kematian 33% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.
Namun, sayangnya kebiasaan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan oleh orang Korea tidaklah baik.
Menurut survei dari Badan Pengendalian Penyakit, proporsi orang dewasa berusia 19 tahun ke atas yang mengonsumsi melebihi jumlah yang direkomendasikan menurun dari 39,2% pada tahun 2013 menjadi 25,0% pada tahun 2022.
Kenaikan harga akibat perubahan iklim dan meningkatnya jumlah rumah tangga satu orang tampaknya menjadi alasan utama kesulitan dalam pembelian.
Sebaliknya, proporsi mengonsumsi suplemen nutrisi meningkat pesat.
Dari 44,8% pada tahun 2013 menjadi 69,1% pada tahun 2022, meningkat secara signifikan.
Ketika sulit menjaga pola makan yang seimbang, muncul fenomena mengisi kekurangan tersebut dengan suplemen nutrisi.
Tapi, apakah ini benar-benar pilihan yang tepat?
Hasil penelitian Profesor Myeong Seung-gwon dari Pusat Kanker Nasional memberikan pelajaran yang besar bagi kita.
Hasil analisis dari 20 studi observasional menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin C melalui sayuran dan buah-buahan mengurangi risiko terkena kanker paru-paru sebesar 18%, tetapi tidak ada efek yang signifikan ketika dikonsumsi melalui suplemen.
Yang lebih mengejutkan adalah hasil penelitian dari Universitas Kopenhagen di Denmark.
Hasil analisis dari 68 uji klinis acak yang melibatkan 230.000 orang menunjukkan bahwa mengonsumsi antioksidan seperti beta-karoten, vitamin A, dan vitamin E dalam bentuk suplemen justru dapat meningkatkan angka kematian.
Mengapa orang terus bergantung pada suplemen nutrisi?
Di sini, beberapa mekanisme psikologis berperan.
☆Pertama, adalah pemikiran magis.
Ada kepercayaan bahwa jika mengonsumsi zat yang baik untuk otak, otak akan menjadi lebih baik, dan jika mengonsumsi zat yang baik untuk mata, mata akan menjadi lebih baik.
Namun, ini tidak memiliki dasar ilmiah.
Tubuh kita menjalani proses kimia yang kompleks, sehingga tidak dapat dijamin bahwa nutrisi yang dikonsumsi akan mencapai tempat yang diinginkan dalam bentuk yang diinginkan.
☆Kedua, pemasaran berdasarkan bukti anekdot.
Kisah keberhasilan pribadi atau pengalaman pribadi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap orang daripada data ilmiah.
Namun, ini kurang untuk menilai efek secara objektif.
☆ Ketiga, efek plasebo.
Kabar bahwa itu berguna dan baik menciptakan efek psikologis yang kuat.
Semakin mahal dan sulit didapatkan obatnya, semakin besar pula efeknya.
☆Keempat, keinginan untuk pengendalian.
Mengonsumsi suplemen memberi perasaan bahwa seseorang dapat mengendalikan kesehatannya.
Namun, ini mungkin tidak berhubungan dengan efek nyata.
Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai kesehatan sejati? Jawabannya ternyata cukup sederhana.
☆Langkah langsung kembali ke pola makan yang seimbang.
Mengonsumsi jumlah yang cukup dari sayuran dan buah-buahan adalah yang paling penting.
Ini bermanfaat untuk kesehatan dalam segala aspek.
Mengonsumsi gula melalui buah-buahan bermanfaat bagi kesehatan, tetapi mengonsumsi gula melalui makanan olahan berbahaya.
Mikronutrien seperti vitamin yang diperoleh dari sayuran dan buah-buahan bermanfaat bagi kesehatan, tetapi mengonsumsi zat yang sama dalam bentuk suplemen tidak memberikan manfaat yang sama.
Hal yang perlu diperhatikan terutama adalah bahwa penuaan tubuh kita berlangsung dengan kecepatan yang cukup seragam.
Oleh karena itu, perbaikan gaya hidup secara menyeluruh lebih efektif daripada suplemen nutrisi yang hanya ditujukan untuk organ tertentu.
Perbaikan gaya hidup secara keseluruhan seperti mengonsumsi makanan yang memperlambat penuaan, berolahraga cukup, dan membatasi alkohol serta rokok dapat secara signifikan memperlambat laju penuaan seluruh tubuh.
☆☆누가 영양제를 먹어야 할까?
☆Pertama, jika indikasi medisnya jelas.
Misalnya, anemia defisiensi besi, persiapan kehamilan, dan setelah operasi pengangkatan lambung.
Kedua, ketika membatasi kalori atau pola makan secara besar-besaran untuk menurunkan berat badan.
☆Ketiga, saat memasuki usia lanjut, menjadi sulit untuk menjaga pola makan yang seimbang.
Terakhir, jika sulit mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, cari alternatifnya.
Sayuran, kimchi, dan lauk-pauk lain yang umum dalam masakan Korea, maupun buah beku juga bisa menjadi pilihan yang baik.
Selain itu, mengonsumsi banyak biji-bijian utuh dan kacang-kacangan dapat memberikan efek yang serupa dengan konsumsi sayuran.
☆ Terutama, kedelai kaya akan protein sekaligus serat makanan dan mineral jejak, sehingga disebut sebagai 'makanan lengkap'.
Kesimpulannya, membeli sayuran dan buah-buahan segar jauh lebih bijaksana daripada membeli suplemen nutrisi yang mahal.
Serat dari sayuran dan buah-buahan dapat mengurangi variabilitas gula darah, menjaga rasa kenyang lebih lama, dan membantu kesehatan usus.
Untuk menjalani kehidupan yang sehat, yang paling penting adalah menjaga pola makan yang seimbang dan gaya hidup yang sehat daripada hanya fokus pada nutrisi tertentu.
Saatnya mengingat kembali pentingnya makan secara alami daripada bergantung pada suplemen nutrisi.