logo

Makan buah dan bertambah berat badan?... Kesalahpahaman dan kebenaran tentang buah dan obesitas

Makan buah dan bertambah berat badan?... Kesalahpahaman dan kebenaran tentang buah dan obesitas

 

◆ Manisnya buah, 'fruktosa' benar-benar membuat gemuk?

Buah mengandung fruktosa yang memberikan rasa manis. Ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak fruktosa dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, risiko obesitas, dan diabetes. Tuduhan bahwa makan banyak buah dapat menyebabkan penambahan berat badan juga berasal dari sini. Namun, menurut makalah tentang konsumsi fruktosa dan berat badan, ketika menggantikan karbohidrat lain dengan fruktosa berdasarkan total kalori, berat badan tidak bertambah.

 

Di sisi lain, jika tidak mengurangi kalori lain tetapi menambahkan konsumsi fruktosa, berat badan meningkat. Pada akhirnya, peningkatan berat badan disebabkan oleh peningkatan total kalori akibat konsumsi fruktosa tambahan. Meskipun ada faktor lain yang lebih banyak, buah-buahan bisa merasa tidak adil karena disalahkan sebagai penyebab obesitas.

◆ Apakah asupan buah orang Korea kurang?

Konsumsi buah di Korea Selatan rata-rata 191g, jauh di bawah rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 400g. Rekomendasi asupan dari Asosiasi Gizi Korea untuk usia 19 hingga 29 tahun berkisar antara 200g hingga 600g. Bukan untuk khawatir tentang obesitas, melainkan justru perlu makan lebih banyak. Untuk mengatur kondisi tubuh, sebaiknya sering bergerak dan cukup mengonsumsi buah-buahan. Jika biasanya menikmati makanan berlemak dari hewan dan makanan cepat saji sambil mengurangi konsumsi buah, itu tidak baik untuk kesehatan.

 

◆ Buah-buahan, makanan utama untuk mencegah kanker

Buah-buahan bersama sayuran dianggap sebagai makanan utama untuk mencegah kanker. Mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin dan serat makanan yang membantu mencegah kanker usus besar, kanker payudara, dan lain-lain. Pedoman pencegahan kanker di negara kita juga merekomendasikan untuk cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Selain itu, saat makan makanan berlemak, menambahkan apel, pir, dan sebagainya dapat meredakan perut yang kembung dan juga baik untuk mencegah sembelit. Serat makanan yang banyak dalam buah-buahan merangsang pergerakan usus dan membantu aktivitas buang air besar.

◆ Jika makan banyak buah, tingkat kematian berkurang

Mari kita lihat hubungan antara konsumsi buah dan sayur dengan tingkat kematian akibat kanker dan penyakit kardiovaskular dari tim peneliti Universitas London, Inggris. Jika mengonsumsi lebih dari 560g, yaitu 1,4 kali lipat dari rekomendasi harian WHO (400g), tingkat kematian berkurang sekitar 42%. Jika mengonsumsi antara 400g hingga 560g, pengurangan kematian sebesar 36%, antara 240g hingga 400g adalah 29%, dan antara 80g hingga 240g adalah 14%. Semakin segar buahnya, semakin baik efeknya. Namun, kaleng buah dengan kadar gula tinggi justru meningkatkan tingkat kematian sebesar 17%.

◆ Pasien diabetes harus berhati-hati dengan buah-buahan

Pasien diabetes yang harus berhati-hati terhadap kadar gula darah juga diperbolehkan makan buah-buahan. Asosiasi Diabetes Korea secara umum merekomendasikan agar buah dikonsumsi sebanyak 1-2 kali sehari dengan jumlah sekitar satu satuan pertukaran (50 kcal) sesuai dengan kalori yang diresepkan untuk pengendalian gula darah. Sebagai contoh, buah dengan tingkat kemanisan tinggi dan kandungan air yang rendah seperti pisang memiliki satuan pertukaran sebesar 50g, sedangkan buah dengan tingkat kemanisan yang relatif rendah dan kandungan air yang tinggi seperti tomat memiliki satuan pertukaran sebesar 350g. Pasien diabetes harus mengatur konsumsi buah secara tepat melalui konsultasi profesional.

 

2
0
komentar 4
  • gambar profil
    감사와행복
    정보 감사합니다 
    괘일도 적당히 섭취하고 당도높은 과일 당뇨환자는 조금만 먹도록 해야겠네요
    • gambar profil
      박효정
      Penulis
      뭐든 적당히가 좋겠지요~ㅎ
      당뇨환자분들은 특히 더 조심하시면 좋겠네요 
      읽어주셔서 감사합니다.
  • gambar profil
    냥이키우기
    맛있는게 건강에 안좋죠 ㅜㅜ
    잘보고갑니다
  • gambar profil
    아침햇살77
    과일까지 당뇨에 영향을 미치는군요
    감사합니다