계곡물에 수박 다른 과일들 많이 넣어두긴 한데 저는 항상 장바구 활용했는데 제 선택이 나쁘지 않았네요
Ada banyak bakteri di air sungai... Jangan rendam semangka agar tetap segar saat dimakan
Berbagai mikroorganisme hidup di dalam air sungai
Di sungai yang tampak jernih dan bening dari luar, berbagai mikroorganisme hidup di dalamnya. Salah satunya adalah Escherichia coli, terutama selama musim liburan dan puncak musim wisata, di mana kotoran manusia bercampur dan memudahkan pertumbuhan lebih banyak E. coli. Jika terinfeksi E. coli, gejala yang muncul meliputi nyeri perut, diare, dan mual. Dalam kasus yang parah, infeksi ini dapat menyebabkan peritonitis, uretritis, atau sepsis. Bahkan sedikit air dari sungai saja dapat menyebabkan infeksi, sehingga disarankan untuk tidak minum air sungai dan juga menghindari merendam makanan seperti buah-buahan di dalam air sungai sebelum dimakan.
◇Infeksi parasit dapat menyebabkan terjadinya luka ulkus
Di sungai lembah tidak hanya mengandung Escherichia coli tetapi juga parasit. Ameba disentri dan Sporangium adalah yang paling umum. Ameba disentri biasanya memiliki masa inkubasi 2 hingga 4 minggu, tetapi dalam beberapa kasus jarang, gejala dapat muncul setelah bertahun-tahun. Tingkat keparahan gejala bervariasi, termasuk diare, nyeri epigastrium, demam, mual, menggigil, dan muntah. Dapat menyebabkan kolitis dan abses hati. Sporangium memulai aktivitas di dalam tubuh manusia setelah masa inkubasi sekitar 5 minggu, menyebar ke berbagai bagian tubuh dan merusak jaringan normal. Gejala yang muncul meliputi sakit kepala, kejang, gangguan sensorik, kelumpuhan, serta kemungkinan ulserasi kornea. Kehilangan ingatan, perubahan kesadaran, dan gangguan bahasa juga dapat terjadi. Parasit ini dapat menyerang mata, sumsum tulang belakang, jantung, dan otak, dan jika menyerang otak, dapat menyebabkan stroke otak.
◇ Lebih baik disimpan dalam wadah kedap udara daripada di dalam tabung.
Di sisi lain, jika menyimpan sisa semangka yang telah dipotong dengan dibungkus plastik, perlu berhati-hati karena dapat mendorong pertumbuhan bakteri. Hal ini disebabkan oleh kandungan air dan gula yang tinggi serta lingkungan tertutup yang cocok untuk berkembang biaknya mikroorganisme. Faktanya, hasil penelitian dari Badan Konsumen Korea menunjukkan bahwa bakteri berkembang dengan baik saat menyimpan semangka yang dibungkus plastik. Tim peneliti menggunakan alat masak yang disterilkan seperti pisau dan talenan untuk meminimalkan faktor kontaminasi bakteri, serta melakukan eksperimen dengan menggunakan lemari es yang dikontrol suhu (4 derajat) dan bebas dari bakteri penyebab keracunan makanan. Meski demikian, jumlah bakteri pada permukaan potongan semangka yang disimpan dalam plastik di dalam lemari es meningkat lebih dari 3000 kali lipat dibandingkan awalnya. Jumlah ini cukup tinggi untuk menyebabkan gejala keracunan makanan seperti diare dan gangguan pencernaan, dan diduga bahwa bakteri berasal dari kulit semangka.
Agar menyimpan semangka dengan aman, disarankan untuk ▲ mencuci semangka dengan bersih sebelum dipotong dan ▲ memotongnya menjadi bagian kecil sesuai satu gigitan, lalu menyimpannya dalam wadah kedap udara di dalam lemari es. Jika terpaksa membungkusnya dengan plastik dan menyimpannya di lemari es, disarankan untuk memotong minimal 1cm dari permukaannya sebelum dikonsumsi. Saat makan, pastikan tangan bersih dan gunakan garpu atau alat lain.