단음식이 땡길때가 있었는데 그랬었군요 잘보고갑니다
Jika ingin makan manis pada hari Sabtu, 3/8... Ini adalah sinyal bahwa kekurangan 'protein' bukan karbohidrat ( ・д・)
Saya ingin makan makanan manis
Protein dicerna dan diserap lebih lambat daripada karbohidrat, sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan meningkatkan kadar gula darah secara perlahan. Namun, jika asupan protein rendah, makanan akan dicerna dengan cepat di dalam tubuh dan gula akan dilepaskan ke aliran darah dengan cepat. Pada saat ini, insulin akan diproduksi dalam jumlah besar, dan jika kadar gula darah yang meningkat tersebut turun dengan cepat, rasa lapar akan muncul dengan mudah dan keinginan untuk makan makanan manis akan meningkat.
◇ Kulit kehilangan elastisitas
Jika kekurangan protein, elastisitas kulit akan menurun. Lapisan dermis kulit terdiri dari 90% kolagen dan elastin serta asam hialuronat. Protein kolagen membantu kulit mempertahankan bentuk dan kekakuannya yang asli. Oleh karena itu, jika lapisan dermis runtuh, bentuk kulit akan hancur, muncul kerutan dalam, dan kulit menjadi kusam serta kehilangan elastisitasnya.
◇Kelemahan otot dan sendi
Protein adalah sumber energi utama tubuh. Oleh karena itu, jika asupan protein tidak cukup, tubuh kita akan memecah otot untuk digunakan sebagai energi. Ini dapat menyebabkan kelemahan otot, penurunan massa otot, dan melemahnya sendi. Pada lansia, kekurangan protein juga meningkatkan risiko kehilangan massa otot (sarkopenia). Selain itu, jika tubuh tidak memiliki cukup protein, waktu pemulihan dari kerusakan tubuh akan lebih lama. Oleh karena itu, nyeri otot dan sendi juga dapat meningkat.
◇Rambut menjadi tipis dan kusam
Rambut terbuat dari protein yang disebut keratin. Jika kekurangan protein, keratin tidak dapat diproduksi dengan cukup, sehingga kecepatan pertumbuhan rambut melambat dan rambut menjadi lebih tipis. Rambut menjadi kusam dan risiko kerontokan rambut meningkat. Protein pertama-tama digunakan untuk menghasilkan sel imun, sehingga protein tidak cukup terkirim ke rambut yang kebutuhan relatif lebih rendah. Kuku juga dapat dengan mudah pecah atau retak karena protein sangat penting untuk pertumbuhan sel kuku.
Lebih rentan terhadap pilek dan sejenisnya
Protein adalah komponen utama yang membentuk sel imun, membantu melindungi terhadap infeksi dan penyakit. Oleh karena itu, kekurangan protein dapat menurunkan kekebalan tubuh. Tubuh menjadi lebih rentan terhadap bakteri dan virus yang masuk, sehingga meningkatkan kemungkinan terkena flu dan penyakit lainnya.
Sumber: D-Health Chosun