변비가 심한데 참고해서 해볼께요 감사해요
Sembelit adalah salah satu masalah tidak nyaman yang dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari, dan salah satu penyebabnya terkait dengan melemahnya otot inti.
Otot inti adalah kelompok otot yang mengelilingi perut, punggung, dan area panggul, dan jika otot-otot ini melemah, pergerakan usus dapat melambat yang dapat menyebabkan sembelit.
Jika otot inti melemah, tekanan intra-abdomen tidak terbentuk dengan cukup, sehingga mengalami kesulitan dalam buang air besar.
Terutama, semakin lama waktu duduk, kemungkinan otot inti melemah akan meningkat, dan ini berfungsi sebagai salah satu penyebab utama sembelit.
Kelemahan otot inti juga menurunkan aktivitas keseluruhan tubuh dan mengurangi gerakan peristaltik usus.
Jika gerakan peristaltik usus tidak lancar, makanan akan bergerak perlahan di dalam usus sehingga tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Hal ini dapat menyebabkan sembelit dan dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada kesehatan saluran pencernaan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk secara konsisten melakukan latihan yang memperkuat otot inti.
◇Latihan perut crunch
Latihan crunch perut berperan mendukung gerakan peristaltik usus, dan otot perut yang kuat membuat pergerakan tinja menjadi lancar sehingga mendorong aktivitas buang air besar.
Dengan memperkuat otot perut melalui crunch perut, tekanan perut terbentuk cukup sehingga buang air besar dapat dilakukan dengan mudah.
Ini memainkan peran penting dalam mencegah dan mengatasi sembelit.
Cara melakukan latihan crunch perut adalah berbaring telentang di lantai dan menekuk lutut dengan kaki rata di lantai.
Tangan diletakkan dengan ringan di belakang kepala atau disilangkan di atas dada.
Angkat tubuh bagian atas sambil mengontraksi otot perut, sehingga bahu terangkat dari lantai.
Pada saat ini, berhati-hatilah agar pinggang tidak terlepas dari lantai, dan perlahan-lahan turunkan tubuh bagian atas kembali ke lantai.
Penting untuk mengatur pernapasan sambil mengulangi gerakan ini.
Jika melakukan crunch perut secara konsisten, otot perut akan menjadi lebih kuat sehingga meningkatkan gerakan usus, sangat membantu dalam mencegah dan mengatasi sembelit.
◇Latihan Jembatan
Latihan jembatan sangat efektif untuk mencegah dan mengatasi sembelit.
Latihan ini terutama membantu memperkuat otot panggul, bagian bawah tubuh, dan perut untuk merangsang pergerakan usus.
Jika otot perut dan panggul diperkuat, gerakan peristaltik usus menjadi lebih aktif, memudahkan pergerakan tinja, yang berperan penting dalam merangsang buang air besar, mencegah, dan mengatasi sembelit.
Selain itu, peregangan jembatan meningkatkan kelenturan tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah, memberikan dampak positif secara keseluruhan terhadap kesehatan pencernaan.
Cara melakukan latihan peregangan jembatan adalah berbaring telentang di lantai dengan punggung menyentuh lantai, lutut ditekuk, dan kaki rata di lantai.
Letakkan lengan di samping tubuh dan telapak tangan menghadap ke bawah.
Dalam kondisi ini, kontraksikan otot perut dan pinggul sambil perlahan mengangkat pinggul sehingga tubuh menjadi garis lurus dari bahu hingga lutut.
Setelah mempertahankan posisi ini selama beberapa detik, perlahan-lahan turunkan pinggul kembali ke lantai.
Mengatur pernapasan dan mengulangi gerakan ini.
Jika dilakukan secara konsisten, peregangan jembatan akan memperkuat otot perut dan panggul, merangsang pergerakan usus, dan sangat membantu dalam mencegah serta mengatasi sembelit.
◇Latihan plank
Latihan plank sangat membantu dalam memperkuat otot inti termasuk perut, sehingga dapat meningkatkan pergerakan usus.
Ketika otot perut diperkuat, gerakan peristaltik usus menjadi lebih aktif, sehingga pergerakan tinja menjadi lancar, yang berperan penting dalam merangsang buang air besar, mencegah dan mengatasi sembelit.
Selain itu, latihan plank meningkatkan kekuatan otot secara keseluruhan, memperbaiki postur, dan secara jangka panjang meningkatkan kesehatan pencernaan.
Cara melakukan latihan plank adalah pertama-tama menempatkan siku tepat di bawah bahu, lalu berbaring dengan jari kaki yang dikunci di lantai.
Pada saat ini, tubuh harus tetap dalam garis lurus dari kepala hingga ujung kaki.
Kontraksikan otot perut dan pinggul, dan berhati-hatilah agar punggung tidak membungkuk.
Arahkan pandangan ke lantai dan hindari ketegangan yang tidak perlu di leher dan bahu.
Pertahankan posisi ini dan kendalikan pernapasan selama beberapa waktu. Pemula disarankan memulai dari 20-30 detik dan secara bertahap meningkatkan durasinya.