Potongan bagian yang dipotong dapat meningkatkan risiko bahan karsinogen
Jika daging atau ikan dipanggang dengan api besar, HCAs (Heterosiklik Amin) akan terbentuk. HCAs adalah sejenis zat karsinogen, yang hampir tidak terbentuk pada suhu di bawah 100 derajat Celsius, tetapi jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat saat suhu melebihi 200 derajat Celsius. Terutama jika memanggang daging secara langsung di luar ruangan dengan api unggun, kemungkinan besar akan memasak pada suhu di atas 200 derajat Celsius. Pada saat ini, HCAs akan terbentuk dalam jumlah yang banyak.
Meskipun bagian yang terbakar dipotong, zat berbahaya mungkin tetap tersisa pada daging. Jika daging bersentuhan langsung dengan api, zat karsinogenik PAHs (Hidrokarbon Aromatik Polikiklik) dapat terbentuk. PAHs dapat tetap ada tidak hanya pada daging, tetapi juga pada asap yang dihasilkan saat memanggang daging. Menghilangkan bagian yang terbakar dan memakan daging satu atau dua kali tidak apa-apa, tetapi jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam waktu lama, dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.
◇Pemanggangan pertama, merendam dengan rempah-rempah membantu
Penting untuk berhati-hati agar daging tidak gosong saat dipanggang. Melakukan pra-panggang terlebih dahulu sangat membantu. Sebelum memanggang daging, panaskan di microwave selama 1-2 menit. Gelombang mikro microwave membantu memecah senyawa yang menghasilkan HCAs dalam daging, sehingga lebih efektif. Lada hitam sebaiknya ditaburkan setelah daging matang sepenuhnya. Jika lada ditaburkan sebelum dipanggang, kadar akrilamida yang diketahui sebagai zat karsinogenik dapat meningkat.
Sebelum memanggang daging, merendamnya dalam rempah-rempah juga merupakan cara yang baik. Komponen anti-kanker dalam rempah-rempah seperti thyme dan fenol dapat mencegah terbentuknya zat karsinogen. Setelah rempah-rempah dihancurkan dan diambil sarinya, campurkan dengan air lemon, anggur, atau cuka untuk membuat saus bumbu yang berbeda. Sebelum dan sesudah memanggang, sebaiknya membersihkan panggangan dengan tisu dapur atau sikat logam. Hal ini karena lemak dari daging bisa menempel dan terbakar menjadi hitam di permukaan panggangan. Bagian ini juga bisa mengandung zat karsinogen. Setelah dibersihkan, bilas dengan air panas untuk membunuh bakteri seperti Escherichia coli yang mungkin tersisa di panggangan.