![◆…[사진=클립아트 코리아]](https://imgnews.pstatic.net/image/123/2024/07/22/0002338807_001_20240722203612484.jpg?type=w647)
6 kebiasaan orang yang tampak lebih sehat
2024.07.22 23:58
memeriksa saran membatalkan
Hmm... Nomor 3 dan 4.. serta nomor 6 tidak berjalan dengan baik..
Mungkin karena tampaknya tidak sehat, ya? Haha
Saya harus tidur cukup dan mengurangi penggunaan ponsel dan internet, tapi saya masih melakukan ini di waktu ini...
Mudah untuk minum 1 liter air setiap hari....
Saya merenungkan kembali.
Saya harus pergi tidur..... ㅎㅎㅎㅎ
------------------------------------------
![◆…[사진=클립아트 코리아]](https://imgnews.pstatic.net/image/123/2024/07/22/0002338807_001_20240722203612484.jpg?type=w647)
Ada orang yang tampak lebih sehat meskipun makan hampir sama dan waktu berolahraga tidak jauh berbeda. Tentu saja, setiap orang memiliki perbedaan bawaan dalam kekuatan fisik, tetapi melalui kebiasaan hidup sehari-hari, kita juga dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat. Berdasarkan tulisan Dr. Kathleen M. Zelman, yang diakui oleh American Academy of Nutrition and Dietetics dan dipublikasikan di situs kesehatan WebMD, kita akan mempelajari '6 kebiasaan orang yang lebih sehat'.
Jangan melewatkan sarapan pagi
Pentingnya sarapan pagi tidak pernah cukup untuk ditekankan. Sarapan pagi memberikan kekuatan untuk memulai metabolisme dan mencegah makan berlebihan dari camilan atau makan tambahan. Menurut penelitian sebelumnya, orang dewasa yang sarapan sehat memiliki kinerja yang lebih baik di tempat kerja, dan remaja yang sarapan mendapatkan nilai yang lebih tinggi dalam ujian. Jika sulit makan dalam jumlah besar di pagi hari, makan ringan seperti bar protein, sepotong buah, atau susu kedelai juga merupakan pilihan yang baik.
2. Mendapatkan tidur yang cukup
Manfaat tidur yang baik sangat banyak. Jika cukup tidur, suasana hati menjadi lebih baik, dan daya ingat serta konsentrasi meningkat. Selain itu, sel-sel otak juga pulih, membantu dalam mempelajari hal-hal baru. Dalam jangka panjang, tidur yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu menjaga berat badan. Waktu tidur yang tepat adalah sekitar 7 hingga 9 jam. Bahkan jika tidur selama 8 jam, tidur lebih awal lebih membantu pola tidur daripada tidur larut malam. Misalnya, tidur pukul 10 malam dan bangun pukul 6 pagi jauh lebih baik daripada tidur pukul 2 dini hari dan bangun pukul 10 pagi.
Mengurangi penggunaan ponsel pintar dan internet
Kemajuan ponsel pintar membuat internet semakin dekat dalam kehidupan kita. Berita tentang teman dan keluarga, berbagai berita, dapat kita periksa kapan saja dan di mana saja sesuai keinginan. Namun, apakah kita perlu sering mengakses berita dari luar seperti ini? Hidup kita juga membutuhkan waktu untuk 'keluar dari internet' dan 'logout'. Tetapkan waktu tertentu dalam sehari dan coba untuk meletakkan ponsel. Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk melihat ponsel dan komputer, kita bisa melakukan hal lain dan memberi istirahat pada otak kita.
4. Belajar hal baru
Mempelajari teknologi baru baik untuk kesehatan otak. Disarankan untuk mendaftar kelas menari atau lokakarya menulis kreatif. Yang terbaik adalah belajar bahasa baru. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa meningkatkan kemampuan kognitif dan daya ingat. Terutama, usaha mental semacam ini dapat memperlambat penuaan dan menunda dampak penyakit Alzheimer.
5. Jangan merokok
Rokok yang tidak berguna dan merugikan. Berhenti merokok saja sudah merupakan langkah besar menuju kesehatan. Mungkin Anda berpikir sudah terlambat, tetapi jika Anda mulai berhenti merokok, banyak organ tubuh Anda dapat pulih.
6. Minum banyak air
Jumlah cairan yang dibutuhkan tubuh kita setiap hari sekitar 2,5L. Selain itu, meskipun air dianggap baik, jangan minum terlalu banyak sekaligus. Hal ini dapat membebani fungsi ginjal dan menyebabkan penurunan mendadak kadar natrium dalam darah, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan berbahaya. Natrium rendah dapat menyebabkan sakit kepala, mual, pusing, kejang otot, bahkan gangguan otak yang dapat menyebabkan gangguan kesadaran atau kejang. Sebaiknya diminum sedikit demi sedikit. Namun, saat mengisi cairan, tidak harus selalu dengan air. Mengisi cairan melalui buah-buahan atau sayuran juga baik.
2
0
komentar 7