ㅎㅎ 좋은 정보 감사합니다..꼭 실천해 보도록 노력해 볼께요.
Cara makan ramen seperti ini agar tetap sehat
Saya benar-benar menyukai ramen ㅎ
Semuanya sama, bukan?
Saya ingin berbagi cara mengonsumsi ramen dengan cara yang sehat.
Saya juga selama seumur hidup merebus mie ramen seperti yang dilakukan ibu saya saat memasaknya.
Saya menghilangkan minyak sekali dan makan~
Semoga kalian semua menikmati akhir pekan dengan baik
Mie instan adalah salah satu makanan yang populer tidak hanya di Korea tetapi juga di seluruh dunia. Mudah untuk dimasak dan memiliki berbagai rasa, sehingga banyak orang menyukainya.
Namun, jika mengonsumsi ramen yang mengandung kadar natrium yang tinggi secara berlebihan, dapat membahayakan kesehatan. Terkait hal ini, Ahli Gizi Lee Ho-sun dari Rumah Sakit Severance mengatakan, "Jika memperhatikan beberapa hal, Anda dapat mengonsumsi ramen dengan sehat."
◆ Mi instan kering dengan kandungan kalori dan lemak yang rendah
Mi instan biasa adalah mi yang digoreng dalam minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit meskipun berasal dari tumbuhan, memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi seperti lemak hewani, sehingga tidak baik untuk kesehatan.
Mi-gyeon dibuat dengan mengeringkan mie menggunakan angin panas alih-alih menggorengnya dalam minyak kelapa sawit. Oleh karena itu, kalori dalam satu bungkus mi kering sekitar 100-150 kkal lebih rendah daripada mi goreng, dan kandungan lemak serta lemak jenuh juga sekitar sepertiga dari mi goreng, sehingga lebih baik memilih mi kering demi kesehatan.
Mengonsumsi kurang dari satu kali seminggu
Mie instan adalah salah satu makanan yang disukai oleh semua kalangan, baik pria maupun wanita, tetapi kekurangannya adalah kandungan natrium yang berlebihan. Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan asupan natrium harian sebanyak 2000 mg. Rata-rata kandungan natrium dalam mie instan berkisar antara 1400 hingga 1500 mg.
Jika Anda makan lebih dari satu porsi ramen sekaligus atau memakannya bersama kimchi, maka satu kali makan saja sudah melebihi asupan natrium harian yang dianjurkan.
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi ramen lebih dari satu kali seminggu memiliki lingkar pinggang, kadar trigliserida darah, dan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang mengonsumsinya kurang dari satu kali seminggu.
◆ Kurangi jumlah sup, dan rebus mie serta kaldu ramen secara terpisah
20% dari natrium dalam mie instan terkandung dalam mie itu sendiri, dan selama proses merebus, mie menyerap natrium tambahan sehingga kandungan natrium dalam mie semakin meningkat.
Dengan merebus mi secara terpisah dan kemudian memasukkannya ke dalam kaldu, kandungan natrium dalam mi akan berkurang sekitar 27%. Juga disarankan untuk menggunakan setengah hingga sepertiga jumlah sup dan tidak menghabiskan seluruh kaldu.
Mie bibim yang pedas dan manis serta mie jjajang juga termasuk jenis yang dicari oleh pecinta mie. Kandungan natrium dalam mie bibim dan mie jjajang sekitar 1300 mg, lebih sedikit daripada mie kuah. Namun, karena rasa manis dari saus yang ditambahkan bersamaan, karbohidrat dan kalori lebih tinggi daripada mie kuah.
Oleh karena itu, disarankan untuk mengatur penggunaan sumber daya ini agar mengurangi asupan natrium, gula sederhana, dan kalori.
◆ Mengisi protein dengan telur, melengkapi vitamin dengan sayuran
Hanya menambahkan bumbu dan bahan kering dari mie kuah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti protein, vitamin, dan mineral.
Menambahkan telur ke dalam mie instan dapat meningkatkan asupan protein, dan menambahkan makanan laut seperti kerang atau udang, serta daging tanpa lemak juga baik. Menambahkan sayuran seperti tauge, bawang bombay, dan kol dapat melengkapi vitamin dan mineral yang kurang.
Namun, untuk kesehatan, jika Anda memiliki penyakit kardiovaskular, diabetes, atau faktor risiko seperti obesitas, penting untuk mengurangi konsumsi ramen.
<Asal dari Dong-A Ilbo>