입을 벌리고 자면 안좋은 점이 참 많군요 신경써야 겠네요 감사해요
Setiap malam tidur seperti ini... penurunan fungsi kekebalan dan masalah kulit bahkan
Alasan mengapa orang tidur dengan mulut terbuka bervariasi. Biasanya, pasien yang sulit bernapas melalui hidung karena penyakit akan tidur dengan mulut terbuka dan bernapas melalui mulut. Contohnya termasuk ▲rinitis alergi, ▲sleep apnea, dan ▲sindrom resistensi saluran napas atas. Sleep apnea adalah kondisi di mana seseorang berhenti bernapas secara tiba-tiba saat tidur, sehingga sulit bernapas secara normal dan mereka tidur dengan mulut terbuka. Sindrom resistensi saluran napas atas, yang merupakan tahap awal dari sleep apnea, adalah kondisi di mana saluran napas menyempit sehingga sulit bernapas saat tidur dan sering terbangun. Selain itu, bantal yang terlalu tinggi juga bisa menjadi penyebabnya. Ketika kepala terangkat, saluran napas menyempit dan secara alami orang akan membuka mulut agar bisa bernapas dengan lebih baik.
Jika tidur dengan mulut terbuka, mulut menjadi kering, yang dapat menyebabkan bau mulut, gigi berlubang, dan penyakit gusi lainnya, dan jika terus-menerus membuka mulut, bentuk wajah seperti bibir menonjol atau rahang bawah yang tidak berkembang dapat terjadi. Pernapasan melalui mulut juga menurunkan fungsi kekebalan tubuh. Faktanya, tim Dr. Zhang He dari Universitas Shandong di Tiongkok membandingkan 50 orang yang bernapas melalui mulut saat tidur dengan 50 orang yang tidak bernapas melalui mulut, dan hasilnya menunjukkan bahwa tim yang bernapas melalui mulut memiliki tingkat peradangan sistemik yang tinggi dan fungsi kekebalan yang buruk. Selain itu, bernapas melalui mulut menyebabkan suplai oksigen yang buruk, menurunkan kualitas tidur, dan mudah merasa lelah. Jika saturasi oksigen menurun karena bernapas melalui mulut, sirkulasi darah menjadi tidak lancar, metabolisme tidak aktif, dan kemungkinan munculnya masalah kulit juga meningkat.
Untuk mencegah tidur dengan mulut terbuka, penting untuk terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengatasi penyebab penyakit yang mendasarinya. Jika tidak ada penyakit dan tetap tidur dengan mulut terbuka, sebaiknya menurunkan tinggi bantal. Umumnya, tinggi bantal yang sesuai untuk pria dewasa adalah 6-8cm, sedangkan untuk wanita dewasa adalah 5-7cm. Selain itu, menggunakan perangkat fisik seperti penutup mulut atau pita penghalang mulut juga merupakan cara untuk menghalangi pernapasan melalui mulut. Namun, bagi pasien yang mengalami alergi atau sleep apnea yang kesulitan bernapas melalui hidung, penggunaan pita atau band dapat menyebabkan masalah pernapasan, sehingga harus berhati-hati.