몰랐던 것을 알게 되어 정말 감사해요. 지식 알고 갑니다
7/19(Jumat) Bau mulut yang parah juga?... 9 gejala dehidrasi
Sekitar dua pertiga dari berat badan adalah cairan. Semua sel membutuhkan air. Air sangat penting untuk kesehatan dan berperan dalam semua aspek kesehatan, termasuk kesehatan jantung, sistem pencernaan, kulit, dan otak. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsinya.
Dehidrasi dapat terjadi karena berbagai alasan. Terjadi paling umum ketika tidak cukup minum air. Penyebab lain termasuk keringat berlebihan, buang air kecil berlebihan, demam, diare, dan muntah. Kehilangan hanya 1-2% dari total cairan tubuh dapat merusak kemampuan kognitif.
Karena dehidrasi, mulut bisa menjadi kering, tetapi jika memasuki tahap akhir, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Berdasarkan data dari media penelitian ilmiah Amerika Serikat 'Studyfinds', berikut adalah rangkuman gejala dehidrasi yang mungkin asing bagi orang banyak.
"Bau mulut yang menyengat"=Seperti kebanyakan bau mulut, bau mulut di pagi hari juga disebabkan oleh bakteri. Biasanya, air liur membersihkan sisa-sisa yang tertinggal di mulut yang menarik bakteri, tetapi selama tidur, produksi air liur berkurang. Ketika mulut kering, bakteri dapat berkembang biak kapan saja.
Sakit kepala yang berdenyut-denyut...= Kekurangan cairan dapat mempengaruhi kadar serotonin dalam tubuh dan menyebabkan sakit kepala. Pembuluh darah kecil di otak merespons cepat terhadap tingkat hidrasi tubuh. Ini adalah mekanisme yang terkait dengan sakit kepala setelah mabuk. Saat mengalami sakit kepala, minumlah satu atau dua gelas air atau makan buah yang tinggi kandungan air untuk membantu.
"Sembelit" = Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases di Amerika Serikat, tubuh membutuhkan cairan agar apa yang dikonsumsi dapat bergerak melalui usus besar. Ketika asupan air tidak cukup, tubuh akan mengompensasi dengan menarik lebih banyak cairan dari tinja, yang dapat menyebabkan buang air besar menjadi semakin sulit.
"Saya ingin makan sesuatu yang manis" = Dehidrasi bisa terasa seperti lapar. Terutama saat berolahraga, Anda mungkin merasakan keinginan untuk makanan manis. Saat berolahraga dalam keadaan dehidrasi, tubuh akan menggunakan glikogen, yaitu cadangan karbohidrat, lebih cepat sehingga ruang penyimpanan energi cepat berkurang.
"Kulit kering dan kasar"= Jika tidak cukup minum air, kulit bisa terasa kaku atau tampak kusam. Kerutan di wajah menjadi lebih dalam, dan lingkaran hitam di bawah mata bisa menjadi lebih gelap. Ada pemeriksaan sederhana untuk memeriksa dehidrasi kulit. Dengan mencubit punggung tangan, kita bisa melihat apakah kulit kembali ke keadaan semula dengan cepat.
"Menjadi terlalu sensitif" = Saat merasa tidak nyaman, meminum segelas air dapat mengubah suasana hati. Pengaruh neurologis dari dehidrasi dapat menyebabkan hipersensitivitas.
Menurut sebuah penelitian, orang yang secara kebiasaan mengonsumsi cairan dalam jumlah sedikit merasa lebih baik ketika mereka meningkatkan asupan cairan. Terutama saat bangun tidur, efeknya sangat besar. Orang yang mengonsumsi banyak cairan melaporkan bahwa penurunan asupan cairan berdampak negatif pada suasana hati mereka.
Aduh, kejang otot = Para ahli mengatakan bahwa "ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan, sirkulasi darah melambat dan dapat menyebabkan kejang otot" dan "tubuh mengambil cairan dari otot atau bagian yang kurang penting untuk melindungi organ penting." Perubahan natrium dan kalium melalui kehilangan keringat juga dapat menyebabkan kejang.
"Air seni terlalu pekat" = Ketika mengalami dehidrasi, ginjal yang menyaring limbah memberi sinyal kepada tubuh untuk mempertahankan cairan. Akibatnya, limbah lebih terkonsentrasi dalam urine dan warnanya menjadi lebih gelap. Jika urine lebih pekat dari biasanya, minumlah lebih banyak air.
Tekanan darah sangat rendah=hipotensi dapat menjadi salah satu gejala dehidrasi yang sangat berbahaya. Gejala hipotensi yang terkait dengan dehidrasi dapat mencakup mual, pusing, dan penglihatan kabur.
Ini berarti darah tidak mencapai organ penting termasuk otak. Beberapa obat tekanan darah berfungsi sebagai diuretik, sehingga orang yang mengonsumsinya mudah mengalami dehidrasi.
Sumber: Komedi.com