Makan yang seimbang secara nutrisi adalah syarat dasar untuk kehidupan yang sehat. Namun, mengukur jumlah asupan sambil mempertimbangkan nutrisi setiap kali makan bisa merepotkan dan sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat seperti ini, ada metode makan yang praktis dan layak dicoba. Mari kita pelajari tentang 'metode makan piring'.
Metode makan piring adalah cara makan sehat yang direkomendasikan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health di Amerika Serikat untuk mencegah kanker. Siapkan satu piring lebar dan isi dengan makanan nabati yang kurang diproses. Pertama, isi setengah piring dengan sayuran dan buah segar. Lebih baik menaruh lebih banyak sayuran daripada buah.
Bagian setengah dari sisa piring (seperempat dari keseluruhan) harus diisi dengan biji-bijian utuh, sementara bagian kosong lainnya diisi dengan protein. Protein sebaiknya dikonsumsi dari tahu atau kedelai, serta telur, bukan dari daging olahan atau daging merah.
Tim peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan, "Dengan menerapkan metode makan piring, Anda dapat menurunkan tingkat peradangan kronis dalam tubuh dan IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1), sehingga dapat memperoleh manfaat pencegahan kanker." IGF-1 memberikan nutrisi yang cukup ke sel-sel dan mendorong pertumbuhan sel yang berkelanjutan. Namun, jika IGF-1 melonjak secara tiba-tiba dan menyebabkan proliferasi serta pembelahan sel yang berlebihan, kemungkinan munculnya sel kanker mutan akan meningkat. Peradangan kronis menyebabkan gangguan fungsi sel dan mutasi, yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker.
Metode makan piring memiliki efek meningkatkan kadar gula darah dan merupakan cara makan yang baik untuk penderita diabetes untuk dipraktikkan. Asosiasi Diabetes Amerika merekomendasikan metode makan piring kepada penderita diabetes. Tim peneliti dari India melakukan studi terhadap 150 penderita diabetes yang mempraktikkan metode makan piring selama 90 hari, dan hasilnya menunjukkan perbaikan pada berat badan dan kadar gula darah. Peserta mengalami penurunan berat badan rata-rata 2,63 kg dibandingkan sebelum mempraktikkan metode makan piring, kadar hemoglobin A1c menurun rata-rata 1,7%, dan kadar glukosa darah puasa menurun rata-rata 61,4.
Di sisi lain, saat makan di restoran selain buffet, mungkin sulit menggunakan piring datar. Dalam hal ini, cukup makan makanan berprotein dan karbohidrat sebanyak dua telur. Sayuran sebaiknya dikonsumsi sekitar dua kali lipat jumlah tersebut agar keseimbangan nutrisi tercapai.
Pencegahan kanker
Bagian setengah dari sisa piring (seperempat dari keseluruhan) harus diisi dengan biji-bijian utuh, sementara bagian kosong lainnya diisi dengan protein. Protein sebaiknya dikonsumsi dari tahu atau kedelai, serta telur, bukan dari daging olahan atau daging merah.
Tim peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan, "Dengan menerapkan metode makan piring, Anda dapat menurunkan tingkat peradangan kronis dalam tubuh dan IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1), sehingga dapat memperoleh manfaat pencegahan kanker." IGF-1 memberikan nutrisi yang cukup ke sel-sel dan mendorong pertumbuhan sel yang berkelanjutan. Namun, jika IGF-1 melonjak secara tiba-tiba dan menyebabkan proliferasi serta pembelahan sel yang berlebihan, kemungkinan munculnya sel kanker mutan akan meningkat. Peradangan kronis menyebabkan gangguan fungsi sel dan mutasi, yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker.
Efek peningkatan kadar gula darah
Ketika tidak ada piring