과식이 정말 안좋은데 자꾸 하게되네요
Mengapa makan berlebihan berbahaya? Dampak buruk makan berlebihan bagi tubuh kita
Jika berat badan bertambah karena makan berlebihan, berbagai penyakit dapat terjadi. Secara umum, obesitas dapat menyebabkan hepatitis lemak. Jika hepatitis lemak berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dapat berkembang menjadi sirosis hati yang ditandai dengan penumpukan bekas luka di seluruh hati. Jika bekas luka di hati terlalu banyak, aliran darah tidak lancar masuk, yang dapat menyebabkan komplikasi hipertensi. Jika jumlah sel hati yang berfungsi normal berkurang, komplikasi seperti ikterus dapat terjadi, dan juga risiko terkena kanker hati meningkat secara signifikan. Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan berbagai penyakit dewasa, penyakit pernapasan, dan penyakit sendi.
Jika Anda mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan, dapat menyebabkan gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD adalah peradangan yang terjadi akibat isi lambung dan asam lambung yang mengalir kembali ke kerongkongan. Jika jumlah isi lambung meningkat, isi tersebut tidak dapat turun ke usus dua belas jari sehingga terjadi refluks, dan pada saat ini, rasa terbakar di sekitar dada dan rasa asam dapat dirasakan. Meskipun merupakan penyakit yang umum, tidak boleh diabaikan. GERD memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi dan dalam kasus yang parah dapat berkembang menjadi kanker kerongkongan.
Makan berlebihan meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Jika makanan masuk secara berlebihan, tubuh kita akan memusatkan perhatian pada sekresi asam lambung untuk mencerna makanan tersebut. Akibatnya, tingkat penyerapan di usus menjadi menurun. Pada akhirnya, bahan yang tidak terserap dan tersisa di usus meningkat. Gula dan lemak yang tersisa dipecah oleh bakteri usus, dan proses ini dapat menyebabkan kanker usus besar. Selain itu, makan berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung. Jika makan berlebihan, jumlah darah yang dialirkan ke lambung akan meningkat secara drastis. Sebaliknya, jumlah darah yang masuk ke jantung akan berkurang. Hal ini menyebabkan kondisi iskemia miokard, di mana otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Faktanya, dalam pertemuan tahunan American Heart Association, hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko serangan jantung dalam satu jam setelah makan berlebihan adalah sepuluh kali lipat lebih tinggi dari biasanya.
Untuk mencegah makan berlebihan, Anda harus memperhatikan kebiasaan makan sehari-hari. Sayuran membantu merasa kenyang lebih lama sehingga dapat membantu mengurangi jumlah makan. Oleh karena itu, lebih baik makan sayuran terlebih dahulu dibandingkan lauk lainnya saat makan. Kebiasaan makan perlahan juga sangat membantu. Ketika makanan dikonsumsi, pusat kenyang di otak akan terstimulasi dan memicu pelepasan hormon yang disebut 'leptin', yang berfungsi untuk memberi rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Karena butuh waktu sekitar 20 menit bagi leptin untuk diproduksi, makan dengan santai dan perlahan dapat mencegah makan berlebihan.