
Pembawa acara Choi Hwajeong (63) mengungkapkan kebiasaan yang selalu dia lakukan saat makan.
Pada tanggal 11 lalu, saluran YouTube 'Annyeonghaseyo Choi Hwajeong-ieyo' mengunggah video berjudul 'Choi Hwajeong yang tergila-gila dengan jus daging, restoran daging langganan selama 40 tahun (dimulai dengan makan naengmyeon)'. Dalam video tersebut, Choi Hwajeong mengatakan bahwa sebelum makan iga, dia makan kimchi air dan berkata, "Lebih baik makan banyak salad." Choi Hwajeong berkata, "Apapun yang dimakan, sebaiknya makan banyak sayuran," dan "Bahkan jika makan pizza, makan satu mangkuk sayuran terlebih dahulu, itu tidak apa-apa." Sebelumnya, Choi Hwajeong pernah mengungkapkan rahasia perawatannya, yaitu makan sayuran dan protein terlebih dahulu, kemudian karbohidrat. Kebiasaan makan sayuran terlebih dahulu, apa manfaatnya bagi kesehatan?
Saat makan, memakan serat makanan seperti sayuran terlebih dahulu dapat membantu pengelolaan berat badan. Sayuran yang mengandung banyak serat harus dikunyah dalam waktu yang lama agar lebih mudah ditelan, dan semakin banyak jumlah kunyahan, semakin merangsang pusat kenyang. Rasa kenyang ini kemudian membantu mengurangi konsumsi protein dan karbohidrat. Faktanya, tim peneliti dari Universitas Cornell di Amerika Serikat membagi 124 pria dan wanita menjadi dua kelompok: kelompok meja yang terlebih dahulu makan sayuran dan buah-buahan (Kelompok 1) dan kelompok meja yang terlebih dahulu makan telur dan bacon (Kelompok 2). Hasilnya, Kelompok 1 mengonsumsi lebih sedikit kalori dan merasa kurang tergoda oleh makanan berlemak dan gorengan dibandingkan Kelompok 2.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi serat makanan terlebih dahulu baik untuk mencegah diabetes. Serat makanan membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga jika dikonsumsi terlebih dahulu, dapat mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba. Jika lonjakan gula darah sering terjadi, sel-sel menjadi kurang responsif terhadap hormon insulin yang menurunkan kadar gula darah. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Penumpukan lemak juga menjadi lebih mudah. Ketika kadar gula darah meningkat, insulin yang diproduksi akan memecah gula dan menggunakannya sebagai energi tubuh. Jika energi cukup digunakan dan masih tersisa gula, sisa gula tersebut akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.
Sementara itu, alasan mengapa mengonsumsi protein sebelum karbohidrat adalah karena protein tidak mudah diubah menjadi lemak dibandingkan karbohidrat, dan dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Terutama, protein nabati seperti kedelai lebih efektif dikonsumsi terlebih dahulu karena kadar gula darahnya naik lebih lambat dibandingkan dengan protein hewani seperti ikan dan daging. Alasan mengonsumsi karbohidrat terakhir juga untuk mengurangi jumlah makan sebanyak mungkin. Karbohidrat olahan seperti nasi, mie, dan roti cenderung meningkatkan kadar gula darah secara cepat dan mudah diubah menjadi lemak. Oleh karena itu, mengisi perut terlebih dahulu dengan serat dan makanan berprotein akan membuat kenyang, sehingga tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.
Pada tanggal 11 lalu, saluran YouTube 'Annyeonghaseyo Choi Hwajeong-ieyo' mengunggah video berjudul 'Choi Hwajeong yang tergila-gila dengan jus daging, restoran daging langganan selama 40 tahun (dimulai dengan makan naengmyeon)'. Dalam video tersebut, Choi Hwajeong mengatakan bahwa sebelum makan iga, dia makan kimchi air dan berkata, "Lebih baik makan banyak salad." Choi Hwajeong berkata, "Apapun yang dimakan, sebaiknya makan banyak sayuran," dan "Bahkan jika makan pizza, makan satu mangkuk sayuran terlebih dahulu, itu tidak apa-apa." Sebelumnya, Choi Hwajeong pernah mengungkapkan rahasia perawatannya, yaitu makan sayuran dan protein terlebih dahulu, kemudian karbohidrat. Kebiasaan makan sayuran terlebih dahulu, apa manfaatnya bagi kesehatan?
Saat makan, memakan serat makanan seperti sayuran terlebih dahulu dapat membantu pengelolaan berat badan. Sayuran yang mengandung banyak serat harus dikunyah dalam waktu yang lama agar lebih mudah ditelan, dan semakin banyak jumlah kunyahan, semakin merangsang pusat kenyang. Rasa kenyang ini kemudian membantu mengurangi konsumsi protein dan karbohidrat. Faktanya, tim peneliti dari Universitas Cornell di Amerika Serikat membagi 124 pria dan wanita menjadi dua kelompok: kelompok meja yang terlebih dahulu makan sayuran dan buah-buahan (Kelompok 1) dan kelompok meja yang terlebih dahulu makan telur dan bacon (Kelompok 2). Hasilnya, Kelompok 1 mengonsumsi lebih sedikit kalori dan merasa kurang tergoda oleh makanan berlemak dan gorengan dibandingkan Kelompok 2.
Selain itu, kebiasaan mengonsumsi serat makanan terlebih dahulu baik untuk mencegah diabetes. Serat makanan membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga jika dikonsumsi terlebih dahulu, dapat mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba. Jika lonjakan gula darah sering terjadi, sel-sel menjadi kurang responsif terhadap hormon insulin yang menurunkan kadar gula darah. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Penumpukan lemak juga menjadi lebih mudah. Ketika kadar gula darah meningkat, insulin yang diproduksi akan memecah gula dan menggunakannya sebagai energi tubuh. Jika energi cukup digunakan dan masih tersisa gula, sisa gula tersebut akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh.
Sementara itu, alasan mengapa mengonsumsi protein sebelum karbohidrat adalah karena protein tidak mudah diubah menjadi lemak dibandingkan karbohidrat, dan dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Terutama, protein nabati seperti kedelai lebih efektif dikonsumsi terlebih dahulu karena kadar gula darahnya naik lebih lambat dibandingkan dengan protein hewani seperti ikan dan daging. Alasan mengonsumsi karbohidrat terakhir juga untuk mengurangi jumlah makan sebanyak mungkin. Karbohidrat olahan seperti nasi, mie, dan roti cenderung meningkatkan kadar gula darah secara cepat dan mudah diubah menjadi lemak. Oleh karena itu, mengisi perut terlebih dahulu dengan serat dan makanan berprotein akan membuat kenyang, sehingga tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.