Sekarang sudah melewati usia pertengahan empat puluhan..
Saya juga sudah memasuki usia di mana saya harus khawatir tentang menopause..
Meskipun gejala menopause belum muncul..
Aduh...
Di sini juga disarankan untuk tidur dengan nyenyak.. ㅠ_ㅠ
Setelah menidurkan anak-anak... ini waktu aku...
Di hari yang penuh kesibukan... saya ingin melakukan sesuatu yang saya inginkan dengan santai...
Barang-barang yang diperlukan di rumah, pakaian yang selalu berubah sesuai musim anak-anak...
Ini saatnya untuk mengatur ini dan berbelanja... Ahahaha...
Ngomong-ngomong, sauna dan jjimjilbang ternyata efektif untuk membakar lemak!!!
Tidak terlalu suka.. tidak begitu menyukai....
Aduh....
Bawa anak-anak.. Kapan kita pergi ke tempat mandi uap bersama? Haha....
--------------------------------------------------------------------------------
Foto=Clipart Korea
Wanita biasanya mengalami menopause ketika usia mereka berkisar antara 45 hingga 55 tahun, saat hormon wanita secara drastis menurun. Hormon wanita berperan dalam mempercepat metabolisme tubuh kita. Namun, seiring bertambahnya usia dan berkurangnya hormon wanita, aktivitas metabolisme tubuh juga berkurang, sehingga energi yang digunakan lebih sedikit dan berat badan cenderung bertambah. Tetapi, menjalani diet ekstrem dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis, radang sendi, dan penyakit lainnya. Berikut adalah tiga cara yang dapat membantu diet untuk wanita menopause.
Meningkatkan konsumsi serat makanan dan protein nabati
Perubahan hormon yang besar pada wanita menopause menyebabkan penurunan laju metabolisme basal dibandingkan wanita dari kelompok usia lain, sehingga mereka dapat dengan mudah menambah berat badan tanpa makan berlebihan. Selain itu, fungsi fisik mereka menurun lebih cepat dan kepadatan tulang menurun secara drastis dibandingkan wanita dari kelompok usia lain. Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi makanan sehat dan mengurangi berat badan daripada membatasi asupan makanan secara ekstrem. Konsumsilah serat makanan yang cukup seperti sayuran untuk membantu sirkulasi darah. Sirkulasi darah membantu mengeluarkan limbah dan racun dari tubuh, yang mendukung penurunan berat badan. Selain itu, disarankan untuk mengonsumsi protein nabati seperti lentil dan almond. Terutama, kedelai sebagai sumber protein nabati memiliki kandungan lemak rendah dan dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, yang membantu penurunan berat badan dan menjaga kesehatan.
Sauna dan kamar uap, efektif untuk membakar lemak
Lingkungan panas seperti kamar uap atau sauna membantu mengatur resistensi insulin dan mendukung penurunan berat badan. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa secara teratur memanaskan tubuh dapat secara efektif membakar kalori dan lemak. Tim peneliti dari Departemen Gizi di Universitas Massachusetts Amherst di Amerika Serikat mengatakan bahwa berendam di sauna atau air hangat setiap hari dapat mengurangi penambahan berat badan selama masa menopause. Terutama bagi wanita menopause yang sulit beraktivitas fisik, mereka dapat membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan metabolisme tanpa banyak bergerak. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam 'Nutrition 2024'.
Tidur yang cukup, membantu menekan nafsu makan
Pada masa menopause, bagian otak yang mengatur waktu tidur mengalami penuaan sehingga pola tidur dapat menjadi tidak teratur. Selain itu, ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan mudah merasa sensitif dan merasakan kecemasan yang tidak diketahui penyebabnya. Hal ini menurunkan kualitas tidur dan menyebabkan insomnia. Jika kurang tidur, produksi leptin yang menekan nafsu makan untuk menghemat energi dalam tubuh akan berkurang, sementara produksi ghrelin yang merangsang nafsu makan akan meningkat, sehingga nafsu makan menjadi lebih besar. Akibatnya, lemak visceral akan menumpuk yang dapat merugikan proses diet. Oleh karena itu, berusahalah untuk mendapatkan waktu tidur selama 8 jam setiap hari dan hindari minuman berkafein tinggi seperti kopi dan minuman energi yang dapat mengganggu tidur nyenyak.
이해나 기자 lhn@chosun.com박수빈 인턴기자