.잘 보고 갑니다. 항상 도움 되는 정보 감사합니다
Apakah tubuh saya kekurangan cairan? Cukup cubit 'tempat ini' untuk mengetahuinya langsung
Tes elastisitas kulit
Ini adalah pemeriksaan untuk memeriksa waktu kembalinya kulit setelah ditarik dan dilepaskan dengan ibu jari dan telunjuk.
Ini juga dikenal sebagai tes pinch (menjepit, mencubit dengan jari).
Pertama, cubit kulit selama 3-5 detik lalu lepaskan tangan. Setelah itu, ukur waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke keadaan normal. Jika tubuh memiliki cukup cairan, kulit akan kembali ke keadaan semula dalam 1-2 detik.
Di sisi lain, jika kekurangan cairan menyebabkan elastisitas kulit menurun, maka akan membutuhkan waktu lebih dari 2 detik untuk kembali ke posisi semula. Setelah cukup minum air dan mencoba mencubit lagi, Anda akan melihat kecepatan kembali ke posisi semula menjadi lebih cepat. Elemen yang menghubungkan serat-serat di dalam kulit yang menentukan elastisitas kulit seperti kolagen adalah cairan. Oleh karena itu, jika tubuh kekurangan cairan, kolagen juga akan berkurang dan elastisitas kulit akan menurun.
Selain itu, tubuh kita mengirimkan berbagai sinyal ketika kekurangan cairan. ▲Warna urin menjadi keruh ▲Jumlah dan frekuensi buang air kecil berkurang dibanding biasanya ▲Buang air kecil tetapi tidak merasa segar, harus dicurigai dehidrasi. Selain itu, ▲kelelahan yang tidak hilang dengan mudah dan pusing, serta ▲produksi air liur yang berkurang sehingga menyebabkan bau mulut juga merupakan gejala yang muncul saat tubuh kekurangan cairan.
Terutama di cuaca yang panas seperti saat ini, tubuh dapat dengan mudah kekurangan cairan. Pada saat ini, kita harus sering minum air. Untuk menjaga homeostasis cairan dalam tubuh, disarankan mengonsumsi sekitar 2 liter air per hari. Namun, minum banyak air sekaligus secara sembarangan tidak baik. Hal ini dapat menyebabkan penurunan cepat konsentrasi darah dan bahkan jarang terjadi pembengkakan otak. Selain itu, jika pusat pernapasan tertekan, risiko mengalami gejala keracunan air yang menyebabkan kesulitan bernapas juga meningkat. Jangan minum kopi, minuman bersoda, atau alkohol saat merasa haus. Kopi dan bir yang mengandung kafein dapat meningkatkan efek diuretik, yang justru mendorong pengeluaran cairan dari tubuh secara berlebihan.