Minuman berkarbonasi saat merasa tidak nyaman
Kadang-kadang, ketika perut terasa tidak nyaman, orang minum minuman berkarbonasi yang menyegarkan. Minuman berkarbonasi membantu pengeluaran makanan dari perut, tetapi ini hanyalah efek sementara. Jika kebiasaan minum minuman berkarbonasi karena merasa tidak bisa mencerna makanan, justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Minuman berkarbonasi melemahkan fungsi otot katup yang menghubungkan kerongkongan dan perut. Jika otot katup melemah, asam lambung akan mengalir kembali ke kerongkongan, mengganggu proses pencernaan. Terutama bagi orang yang sudah memiliki gangguan pencernaan, sebaiknya menjauhi minuman berkarbonasi. Air berkarbonasi juga sama.
Susu saat perut sakit
Banyak orang percaya bahwa susu melindungi perut. Namun, kandungan kalsium dalam susu justru dapat meningkatkan produksi asam lambung jika diminum saat perut kosong, sehingga memperburuk rasa terbakar di perut. Protein dalam susu, kasein, akan berubah menjadi bentuk gel saat bersentuhan dengan asam lambung. Untuk mencerna dan menyerapnya, tubuh akan memproduksi lebih banyak asam lambung. Saat perut terasa terbakar, lebih baik minum segelas air hangat daripada susu.
Kopi saat perut kosong
Banyak orang mencari kopi segera setelah bangun tidur di pagi hari. Kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan kadar asam lambung dan merangsang sekresi asam lambung. Jika asam lambung diproduksi saat perut kosong, dinding lambung dapat teriritasi dan menyebabkan peradangan. Harus berhati-hati karena dapat menyebabkan penyakit seperti gastritis, tukak lambung, dan refluks esofagus.
Membasahi nasi dengan air
Ketika nafsu makan hilang, orang kadang-kadang mencampur nasi dengan air atau sup dan memakannya. Mungkin mudah untuk menelan nasi langsung ke tenggorokan, tetapi ini juga merupakan tindakan yang akhirnya mengganggu pencernaan. Tahap pertama pencernaan adalah mencampur makanan dan air liur dengan baik di dalam mulut, serta mengunyah makanan dengan gigi hingga menjadi kecil. Namun, jika makan nasi dengan cara dicampur dengan air, makanan akan cepat masuk ke kerongkongan, sehingga proses pencernaan oleh air liur berkurang, dan tingkat penghancuran makanan menjadi lebih sedikit. Selain itu, cairan pencernaan di dalam lambung juga akan diencerkan oleh air, sehingga kemampuan pencernaan menurun.
Tidur siang setelah makan siang
Jika Anda percaya bahwa tidur siang sebentar setelah makan siang dapat menghilangkan kelelahan, hentikanlah. Berbaring dan tidur dalam waktu 30 menit setelah makan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Karena kecepatan pergerakan makanan melambat, hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti rasa kenyang, kembung, nyeri di ulu hati, dan sendawa. Terutama jika langsung berbaring setelah makan, asam lambung dapat naik dan menyebabkan gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam keadaan makanan masih berada di dalam perut, tidur pun tidak akan membuat otak beristirahat sehingga efek menghilangkan kelelahan pun tidak akan tercapai.