저도 고기를 잘 안먹어서 신경쓰이는데 치매예방위해 고기먹는것도 노력해 봐야겠네요 정보 감사합니다
Asupan protein sangat penting untuk kesehatan yang baik. Protein adalah nutrisi penting untuk mempertahankan kehidupan. Protein tidak hanya memberi energi pada otot yang menggerakkan tubuh kita, tetapi juga berperan dalam fungsi biologis utama. Beberapa orang, terutama seiring bertambahnya usia, memilih diet vegetarian karena khawatir akan manfaat kesehatannya. Namun, kecuali Anda berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular, Anda harus memastikan mengonsumsi protein yang cukup melalui sumber seperti daging dan ikan.
◇Mencegah sarkopenia dan berbagai penyakit
Asupan protein sangat penting untuk menjaga massa otot. Massa otot menurun dengan cepat seiring bertambahnya usia, tetapi asupan protein dapat mengimbanginya. Hal ini karena protein merupakan komponen utama otot. Pada lansia, asupan protein yang tidak mencukupi meningkatkan risiko sarkopenia dan kelemahan sendi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko patah tulang. Pada lansia, patah tulang memiliki dampak yang lebih serius daripada sekadar patah tulang biasa.
Hal ini karena kesulitan signifikan dalam bergerak dapat menyebabkan luka baring, pneumonia, dan penyakit jantung. Lebih jauh lagi, kehilangan massa otot tidak hanya mengurangi kekuatan otot tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes, hiperlipidemia, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah. Ada juga risiko gangguan pendengaran. Menurut Survei Gizi Nasional Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, orang dewasa lanjut usia dengan asupan protein yang tidak mencukupi 56% lebih mungkin mengalami masalah pendengaran. Ini menyoroti pentingnya mengonsumsi protein yang cukup seiring bertambahnya usia.
◇Anda sebaiknya mengonsumsi 0,8~1g per berat badan.
Asupan protein harus sesuai dengan berat badan Anda. Asupan protein harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 0,8-1g per kilogram berat badan. Misalnya, orang dewasa dengan berat 60kg harus mengonsumsi 60g protein per hari. Target idealnya adalah 20g protein per makan. Jika Anda mengalami sarkopenia, yang berarti Anda telah kehilangan massa otot secara signifikan, Anda harus mengonsumsi 1,2-1,5g protein per kilogram berat badan untuk meningkatkan massa otot. Sebaiknya konsumsi makanan seimbang yang terdiri dari protein hewani dan nabati. Makanan tinggi protein yang representatif meliputi daging sapi, ayam, telur, salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, dan yogurt Yunani.
Sementara itu, banyak orang lanjut usia menghindari daging karena sistem pencernaan mereka terganggu dan mereka mengalami kembung setelah hanya makan daging. Mengonsumsi nanas bersama daging dapat membantu. Nanas mengandung enzim yang memecah protein, membantu pencernaan daging. Mengonsumsinya bersama pir atau kiwi juga merupakan pilihan yang baik. Jika Anda kesulitan mengunyah daging, Anda dapat mencincangnya dan memakannya.
==============
Aku dan ibuku sebenarnya tidak terlalu suka daging.
Ini masalah besar. Saya suka protein nabati, tapi...
Mereka mengatakan bahwa produk hewani tidak boleh sepenuhnya dihindari.
Demensia... Ini adalah penyakit yang kuharap tidak akan kualami lebih sering daripada penyakit lainnya.
Sepertinya aku perlu mengonsumsi protein.