프로틴 통풍이랑 관련이 있군요
Apakah mengonsumsi protein dapat menyebabkan gout? - Kebenaran atau kebohongan
Apakah mengonsumsi protein dapat menyebabkan gout? - Kebenaran atau kebohongan
Banyak orang mengonsumsi suplemen protein untuk pemulihan otot setelah berolahraga. Di antara mereka, protein whey adalah salah satu pilihan yang paling populer. Namun, di kalangan penderita gout atau mereka yang khawatir tentang gout, sering terdengar cerita bahwa "mengonsumsi protein whey dapat menyebabkan gout." Apakah benar demikian? Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas kebenaran dari pertanyaan tersebut.
Gout adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan asam urat yang berlebihan di dalam tubuh. Asam urat adalah produk sampingan yang dihasilkan saat zat yang disebut purin dimetabolisme, dan biasanya dikeluarkan melalui ginjal. Namun, jika asam urat tidak dikeluarkan dengan baik atau diproduksi secara berlebihan, kristal akan menumpuk di sendi, menyebabkan peradangan dan nyeri. Penyebab gout tidak hanya faktor genetik, tetapi juga pola makan memainkan peran penting. Terutama, jika mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, kadar asam urat akan meningkat dan risiko terkena gout pun meningkat.
Protein adalah makanan yang terutama menyediakan asam amino yang diperlukan untuk membangun dan memelihara otot. Bahan baku suplemen protein beragam, termasuk whey, kedelai, kacang polong, dan kasein, masing-masing memiliki komposisi dan karakteristik yang berbeda. Lalu, apakah suplemen protein ini dapat menyebabkan gout protein?
Protein whey adalah produk yang dibuat dari whey yang diekstraksi dari sapi, yang menyediakan protein dengan kemurnian tinggi. Protein whey mengandung purin, yang dapat diubah menjadi asam urat di dalam tubuh. Oleh karena itu, konsumsi protein whey secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat. Namun, secara umum, jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, tidak akan meningkatkan risiko terkena gout secara signifikan. Namun, bagi mereka yang sudah menderita gout akibat protein, sebaiknya mempertimbangkan konsumsi dengan hati-hati.
Protein nabati yang diekstrak dari kedelai, kacang polong, dan lain-lain memiliki kandungan purin yang lebih rendah dibandingkan dengan protein whey. Oleh karena itu, protein nabati tidak meningkatkan kadar asam urat secara signifikan dan dapat menjadi pilihan yang relatif aman bagi penderita gout yang mengonsumsi protein. Terutama, protein nabati mengandung zat anti-inflamasi yang dapat memberikan pengaruh positif dalam pengelolaan gout.
Beberapa suplemen protein juga diluncurkan sebagai produk rendah purin dengan kandungan purin yang lebih rendah. Produk-produk ini mungkin cocok untuk penderita asam urat atau orang yang khawatir tentang timbulnya asam urat. Namun, konsumsi berlebihan dari produk ini harus dihindari, dan penting untuk mengonsumsi jumlah yang sesuai dengan kondisi tubuh sendiri.
Tidak dapat dipastikan bahwa protein secara langsung menyebabkan gout. Namun, beberapa suplemen protein seperti protein whey memiliki kandungan purin yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kadar asam urat, sehingga penderita gout atau orang yang berisiko tinggi gout harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Sebaliknya, protein nabati atau protein rendah purin dapat dikonsumsi dengan relatif aman dan dapat membantu dalam pengelolaan gout.
Yang penting adalah memilih suplemen protein yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda, serta menghindari konsumsi berlebihan. Bagi mereka yang khawatir tentang gout akibat protein atau yang sudah menderita gout, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen protein untuk menentukan produk dan jumlah yang tepat.