백미 현미 렌틸콩 섞어서 밥하는데 잘하고 있는중이네요 ㅎㅎ
Mereka berteriak 'Malatang Huru'... "Aku tidak ingin menua" Apa isi diet yang berubah drastis di kalangan 2030?
Sepertinya banyak generasi muda yang tertarik pada penuaan dini akhir-akhir ini
Bawahan di perusahaan kami juga khawatir tentang penuaan dini, mengatur pola makan, dan berolahraga.
Pengukuran kadar gula darah setelah makan juga dilakukan dengan teliti...
Saya lebih suka nasi campur daripada nasi putih.
Saya juga berusaha makan lebih banyak sayuran akhir-akhir ini.
Sejarah upacara keluarga mertua hilang karena COVID-19, jadi makanan saat hari raya tidak sebanyak dulu, tapi tetap saja saat berkumpul keluarga, makanannya jadi berat ya.., harus olahraga nih. Haha
------------------------------------
![]()
Makanan yang manis, asin, dan berlemak yang dikonsumsi selama liburan Chuseok mempercepat jam biologis tubuh kita. Ini dapat mengganggu keseimbangan kulit, menyebabkan lonjakan gula darah, dan menumpuk lemak visceral di dalam tubuh. Sekarang, setelah kembali ke rutinitas, bagaimana jika kita memulihkan tubuh dengan diet anti penuaan yang minim rangsangan?
Baru-baru ini, diet 'penuaan lambat' yang memperlambat penuaan tubuh menjadi perhatian terutama di kalangan generasi MZ (Milenial + Z). Diet ini membatasi konsumsi makanan olahan tinggi seperti gorengan, mentega, dan makanan penutup, serta gula sederhana, biji-bijian yang diproses, dan daging merah. Penuaan lambat, secara harfiah, berarti memperlambat kecepatan penuaan tubuh melalui perbaikan pola makan, dan hal ini menjadi terkenal setelah Profesor Jeong Hee-won dari Rumah Sakit Asan Seoul memperkenalkan diet terkait. Profesor Jeong mengklaim bahwa diet penuaan lambat dapat memperpanjang umur hingga 10 tahun. Bahkan generasi muda yang terbiasa dengan makanan pedas, asin, dan manis berkalori tinggi serta rangsangan tinggi seperti 'Malatang Furu' dan 'Yogurt Ice Cream' menunjukkan respons positif terhadap makanan sehat yang dapat mengurangi kecepatan penuaan hingga seperempatnya.
Makanan tradisional saat liburan seperti jeon, gorengan, dan japchae adalah makanan berlemak tinggi dan berkalori tinggi. Jika terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, kolesterol yang tersisa di dalam tubuh akan terus menumpuk di dinding pembuluh darah, yang dapat menyumbat pembuluh darah. Makanan seperti ini juga dapat menumpuk lemak visceral di perut, sehingga meningkatkan jumlah radikal bebas yang mempercepat penuaan. Jika sudah mengalami obesitas, penuaan sel lemak visceral dapat terjadi dengan cepat, sehingga sebaiknya menghindari makanan berlemak. Makanan asin dan manis dapat menyebabkan ketidakseimbangan kelembapan dan minyak di kulit serta merusak kolagen, yang menyebabkan penuaan. Oleh karena itu, jika selama liburan banyak mengonsumsi makanan asin dan manis, perlu menjaga pola makan yang bersih dan memberi waktu tubuh untuk pulih.
Orang Korea adalah 'Bapsim' tetapi harus menghindari nasi putih. Nasi yang direkomendasikan dalam diet anti-penuaan adalah nasi yang dimasak dengan campuran 2 bagian gandum kuda, 2 bagian beras merah, 2 bagian beras putih, dan 4 bagian lentil. Gandum kuda adalah 'super grain' yang kaya akan asam amino esensial, vitamin B, vitamin E, dan mengandung protein nabati 2,8 kali lebih banyak dibandingkan beras putih. Kandungan beta-glukan dalam gandum kuda membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Beras merah yang sering dicari saat diet mengandung vitamin dan magnesium serta merupakan biji-bijian yang baik untuk mengatur kadar gula darah. Lentil juga kaya akan protein dan mineral serta nutrisi lainnya.
Asupan protein juga sangat penting, sebaiknya mengonsumsi ayam, ikan seperti mackerel dan salmon, serta tahu dan kacang-kacangan secara seimbang di setiap kali makan. Tentu saja, daging merah seperti sapi dan babi juga tinggi protein, tetapi mengandung banyak lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, sehingga sebaiknya dikurangi. Saat makan, sebaiknya memulai dengan mengonsumsi sayuran dan serat lainnya, kemudian diikuti oleh daging dan ikan sebagai sumber protein, dan terakhir mengonsumsi karbohidrat seperti nasi. Jika makan sayuran terlebih dahulu, kadar gula darah akan naik dengan lambat, mencegah lonjakan gula darah, dan rasa kenyang juga bisa bertahan lebih lama.