Roti manis isi pasta merah, kastella, roti mentega dan selai, roti mammoth... mana roti yang paling tidak sehat?
Roti manis isi pasta merah, kastella, roti dengan mentega dan selai, roti mammoth... mana roti yang paling tidak sehat untuk tubuh?
Roti sering dikenal sebagai penyebab utama diabetes dan obesitas. Hal ini disebabkan oleh penggunaan tepung terigu yang merupakan biji-bijian olahan sebagai bahan utama roti. Biji-bijian olahan memiliki kecepatan pencernaan dan penyerapan yang cepat, sehingga secara drastis meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Lalu, semua orang Eropa yang menjadikan roti sebagai makanan pokok harusnya menderita diabetes, tetapi kenyataannya tidak demikian. Alasannya terletak pada jenis roti. Roti yang dimakan orang Barat sebagai makanan pokok biasanya kasar, keras, dan hambar, sementara roti yang dinikmati orang Korea sebagai camilan lembut, berminyak, dan manis. Selain itu, bahan dan metode pembuatan dari setiap jenis roti juga berbeda. Karena alasan ini, beberapa jenis roti mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kadar gula yang tinggi yang merugikan tubuh, sementara yang lain tidak. Mari kita pelajari tentang jenis roti yang berdampak buruk bagi kesehatan.
◇Mentega, kastella, croissant... Roti camilan, meningkatkan risiko penyakit kronis
Jenis roti yang dikonsumsi sebagai camilan seperti anbeoteo, croissant, dan castella meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Berbeda dengan roti yang dikonsumsi sebagai makanan pokok di Barat, roti ini memiliki kandungan lemak jenuh, lemak trans, dan gula yang relatif tinggi. Faktanya, ada penelitian yang menganalisis kandungan nutrisi dari roti yang umumnya dikonsumsi di Korea. Tim peneliti dari Departemen Ilmu Pangan dan Gizi Universitas Sookmyung, yang dipimpin oleh Profesor Kim Byung-hee, menganalisis 13 jenis roti, termasuk 9 jenis roti yang sering dikonsumsi oleh orang Korea dan 4 jenis roti yang sering dicari di portal domestik seperti Naver dan aplikasi pengelolaan nutrisi. Roti yang termasuk dalam 9 jenis adalah roti merah kacang, roti tawar, castella, muffin, roti krim kue sus, roti selai, roti gandum hitam, roti krim mentega, dan croissant, sedangkan 4 jenis lainnya adalah roti mamoth, anbeoteo, roti gandum utuh, dan pretzel. Roti dikumpulkan dari toko roti yang berlokasi di Seoul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di toko roti domestik, roti seperti an butter dan croissant memiliki kandungan lemak jenuh dan trans yang secara khusus tinggi, yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah. Selain itu, castella memiliki kandungan trans dan lemak jenuh terendah di antara roti lainnya, tetapi kandungan gula per 100g tertinggi. Kandungan gula tertinggi per porsi adalah pada roti mammoth. Sebaliknya, roti gandum utuh dan roti tawar memiliki kandungan natrium yang relatif lebih tinggi dan kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan produk lainnya.
Tim peneliti menganggap bahwa alasan utama kandungan trans lemak dalam ang butter yang tinggi adalah karena penggunaan bersama margarin yang mengandung trans lemak selain mentega dalam proses pembuatannya. Selain itu, ang butter adalah roti yang berisi pasta kacang merah dan potongan mentega di antara roti, dengan sekitar 26g lemak yang ditambahkan per 100g adonan sebelum dipanggang, termasuk 19g mentega dan 7g minyak zaitun. Inilah alasan mengapa kandungan lemak jenuh dalam ang butter tinggi. Selain itu, alasan mengapa kastela mencatat kandungan gula tertinggi adalah karena selama proses pembuatan, secara tak terduga, sejumlah besar gula dimasukkan. Faktanya, sebelum dipanggang, setiap 100g adonan kastela mengandung 21-37g gula.
Menggantikan dengan roti yang kasar, keras, padat, dan tidak manis
Makanlah roti yang kasar, keras, dan tidak terlalu manis, sebagai makanan pokok. Contohnya adalah roti gandum hitam dan roti gandum utuh. Di Jerman, yang lebih banyak menggunakan gandum hitam daripada gandum biasa, mereka menjadikan roti gandum hitam yang gelap dan keras sebagai makanan pokok, bukan roti putih. Roti tradisional Eropa tidak mengandung gula. Roti gandum utuh yang dibuat dari kulit dan embrio gandum yang digiling bersama memiliki indeks glikemik sekitar 40-50 atau kurang, sehingga meningkatkan kadar gula darah secara perlahan. Selain itu, juga dapat mengkonsumsi vitamin, mineral, dan serat bersamaan. Jika tidak bisa meninggalkan camilan roti yang berlemak, lembut, dan kenyal, sebaiknya makan bersama kacang-kacangan, rumput laut, dan sayuran. Ini dapat sedikit memperlambat proses pencernaan dan penyerapan roti.
===================
Roti semuanya enak, kan?
Saya suka roti isi pasta merah di antaranya. ㅎ
Untuk kesehatan, seperti baguette
Saya suka roti yang keras