Jung Yoo-jin, yang berasal dari model, melakukan 'latihan ini' sebanyak 100 kali sehari untuk menjaga tubuhnya... Seberapa efektifkah?
Pilates adalah olahraga yang dapat dicoba tanpa harus memiliki kelenturan. Karena tujuan utamanya adalah mengembangkan otot menjadi lebih ramping dan panjang daripada meningkatkan kelenturan. Dengan melakukan Pilates, tubuh akan diluruskan dan disusun dengan benar melalui pengulangan dan pemeliharaan gerakan yang menjaga pusat tubuh tetap stabil. Selain itu, menggunakan alat yang diperlukan untuk koreksi tubuh, kita dapat melakukan latihan sesuai dengan bentuk tubuh masing-masing. Pilates memperkuat otot inti seperti otot perut dan erector spinae, serta mengembangkan otot-otot di panggul dan otot besar dada yang menggerakkan bahu. Pada saat ini, jika keseimbangan tubuh tidak tepat, postur tidak akan benar dan tidak dapat bertahan, sehingga otot yang kurang berkembang akan dilatih. Ketika otot mencapai keseimbangan, penyusunan tubuh juga akan menjadi benar. Jika Pilates dipelajari dengan postur yang salah, tubuh bisa mengalami deformasi yang aneh. Oleh karena itu, belajar dari ahli yang terverifikasi dan tidak memaksakan diri sejak awal sangat penting.
Squat adalah latihan dasar dalam latihan bagian bawah tubuh, efektif untuk mengembangkan otot-otot bagian bawah seperti ▲punggung bagian bawah ▲bokong ▲paha ▲betis. Saat melakukan squat, berdirilah dengan kedua kaki selebar bahu dan duduklah sejauh mungkin. Pada saat ini, sudut fleksi lutut tidak boleh melebihi 90 derajat, dan lutut tidak boleh melewati jari kaki. Namun, jika usia sudah lanjut atau kekuatan otot kurang, sehingga sulit melakukan posisi squat biasa, disarankan melakukan squat lebar dengan kaki dibuka lebih dari lebar bahu. Perlu diingat, jika kaki dibuka secara berlebihan lebih dari dua kali lebar bahu, bisa memberi tekanan berlebih pada sendi panggul, jadi harus berhati-hati.
Protein membantu menjaga kenyang lebih lama dan mendukung pembentukan otot, sehingga efektif untuk pengelolaan berat badan. Terutama, protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan nutrisi lain, sehingga membutuhkan lebih banyak energi. Metabolisme juga meningkat, sehingga kalori terbakar dengan baik, baik untuk diet. Saat melakukan diet, secara rata-rata mengonsumsi sekitar 0,8~1,2g protein per kilogram berat badan dapat memberikan hasil yang optimal.
Akan lebih baik jika 45-60% dari protein berasal dari sumber hewani, dan 40-55% dari sumber nabati. Protein hewani kaya akan asam amino esensial, mineral seperti zat besi, dan merangsang sintesis otot rangka. Protein nabati memiliki risiko lebih rendah terhadap faktor penyebab penyakit kardiovaskular saat dikonsumsi bersamaan dengan protein hewani, dan mengandung banyak serat makanan serta vitamin. Protein dapat diperoleh melalui dada ayam, daging sapi, salmon, telur, dan tahu.
Sementara itu, diet tanpa makan justru dapat menyebabkan penambahan berat badan. Jika kita melewatkan makan, tubuh kita akan menganggapnya sebagai keadaan darurat dan akan menyimpan lebih banyak nutrisi. Penurunan berat badan sementara bukan karena penurunan lemak tubuh, tetapi karena kehilangan cairan dan otot di dalam tubuh. Jika tidak ada sumber energi berupa glukosa di dalam tubuh, tubuh akan mulai memecah protein yang membentuk otot menjadi glukosa untuk digunakan. Selain itu, jika otot berkurang, tingkat metabolisme basal juga akan menurun, sehingga tubuh menjadi lebih mudah gemuk meskipun makan sedikit.