참고할게요 감사합니다~
Ketika pepatah bahwa otot adalah kekayaan menjadi tren, banyak orang mencari makanan berprotein. Orang-orang di atas usia paruh baya yang mengalami penurunan otot secara alami dengan cepat mengonsumsinya. Namun, otot tidak bertambah sebanyak yang diharapkan. Haruskah saya mengonsumsi lebih banyak protein? Apa yang terjadi pada tubuh saya? Mari kita pelajari kembali tentang protein dan otot.
Jantung dan organ dalam juga membutuhkan otot... Otot yang tidak terlihat di dalam tubuh sangat penting
Otot bukan hanya yang terlihat menonjol dan berbenjol-benjol. Sebagian besar jaringan otot dalam tubuh kita adalah otot rangka. Otot ini menempel pada tulang dan memungkinkan tubuh untuk bergerak. Otot jantung juga penting. Otot ini hanya dapat dilihat di jantung dan membantu sirkulasi darah, yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan. Ada juga otot visceral yang membentuk dinding organ pencernaan bagian dalam seperti lambung dan usus. Otot yang tersembunyi jauh di dalam tubuh ini berperan dalam melindungi nyawa.
Protein hewani diserap dengan baik tetapi... hati-hati terhadap konsumsi lemak jenuh berlebihan
Protein sebaiknya dikonsumsi sebanyak 0,8~1,2g per kilogram berat badan. Jika diperlukan, konsumsi hingga 1,5~2g per kilogram berat badan (data dari Badan Pengendalian Penyakit). Makanan yang kaya protein meliputi daging, ikan, telur, dan makanan kedelai. Protein hewani memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan dengan protein nabati, sehingga lebih mudah diserap dan lebih efisien oleh tubuh. Namun, jika ingin mendapatkan protein hewani melalui daging, perlu berhati-hati karena juga dapat mengandung banyak lemak jenuh.
Ikan, tidak kalah dengan dada ayam... Mengandung banyak asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan pembuluh darah
Bandingkan jumlah protein dari dada ayam (22,97g per 100g) dan ikan. Ikan makarel mengandung 22,6g, ikan kakap 22,1g, ikan tenggiri 23,6g, ikan sarden 23,3g, ikan kakap putih 22,36g, salmon 20,6g, dan pollock 17,6g (menurut data tabel komposisi bahan makanan standar nasional). Terutama ikan berlemak biru (makarel, sarden, tenggiri, tuna, dll) mengandung banyak asam lemak tak jenuh yang baik untuk darah dan pembuluh darah, sehingga dapat memberikan manfaat ganda. Sekitar satu setengah telur yang biasanya dimakan di pagi hari mengandung 13~15g protein. Saat makan siang dan makan malam, mengonsumsi ikan, kacang-kacangan, tahu, daging, dan sumber protein lainnya dapat memenuhi kebutuhan harian.
Saya sudah cukup makan protein... Mengapa otot tidak bertambah?
Meskipun mengonsumsi banyak protein, jika tubuh tidak bergerak, otot mungkin tidak akan bertambah sebanyak yang diharapkan. Duduk dalam waktu yang lama dan kurangnya aktivitas fisik atau olahraga dapat menyebabkan kelebihan protein dalam tubuh. Protein ini dapat disimpan sebagai lemak tubuh, yang justru dapat menyebabkan penambahan berat badan. Untuk meningkatkan otot, perlu melakukan latihan yang merangsang otot secara terus-menerus. Tidak perlu pergi ke gym mahal dan menggunakan alat berat, merangsang otot dalam kehidupan sehari-hari sudah cukup baik. Sering naik tangga, mengangkat tumit saat menyikat gigi di rumah, dan melakukan squat juga sangat membantu. Untuk memperkuat otot, harus dilakukan kombinasi antara 'asupan protein + olahraga'.
==============
Dada ayam yang kaya protein dengan sayuran, kacang-kacangan, dan lain-lain
Membantu memperkuat rasa yang hambar jika disertakan.
Kalau makan satu dada ayam, seperti hotbar dan semacamnya.
Sangat lezat rasanya
Asli-nya enak dimakan bersama salad.