건강하게 스트레스 푸는게 좋죠 잘봤습니다.
Stres memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk sistem pencernaan dan sistem saraf. Inilah mengapa manajemen stres sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu mengurangi stres. Mari kita jelajahi "Tips Diet untuk Manajemen Stres," yang diterbitkan oleh BBC Good Food.
◇ Sertakan sayuran dalam setiap makanan, dengan fokus pada makanan alami. Untuk mengelola stres, sebaiknya Anda mendasarkan pola makan Anda pada makanan utuh dan menyertakan sayuran di setiap makan. Makanan utuh yang tidak diolah kaya akan nutrisi seperti vitamin C, vitamin B, dan magnesium. Nutrisi ini penting untuk menjaga fungsi kelenjar adrenal, yang mengeluarkan hormon stres. Anda bisa mendapatkan dosis harian Anda dengan menggunakan sayuran dalam berbagai cara, seperti: ▲salad dengan sayuran hijau seperti bayam dan kale; ▲terong, brokoli, dan paprika yang dipanggang dengan minyak zaitun; ▲sup dengan bawang bombai, wortel, dan bahan lainnya.
◇Sarapan seimbang Sarapan adalah makanan penting yang menentukan aktivitas metabolisme sepanjang hari. Oleh karena itu, sarapan yang seimbang secara nutrisi bermanfaat untuk manajemen stres. Sarapan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh, protein, dan lemak sehat seperti asam lemak tak jenuh memberikan pasokan energi yang stabil bagi otak, meningkatkan suasana hati, dan mengurangi respons stres.
◇Konsumsi protein yang cukup Saat Anda mengalami banyak stres, penting untuk memperhatikan asupan protein Anda. Protein adalah nutrisi yang membantu tubuh Anda mengatasi situasi stres dengan lebih baik. Protein digunakan untuk membangun otot, kulit, dan sel imun, membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jika Anda terus-menerus terpapar stres, disarankan untuk meningkatkan asupan protein Anda sebesar 10-20%. Hal ini dapat dicapai dengan memasukkan daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan dalam setiap makan. Meningkatkan asupan protein, terutama saat sarapan, dapat memperbaiki ritme sirkadian Anda dan menstabilkan metabolisme, membantu mengatur hormon stres.
◇Hindari mengonsumsi karbohidrat olahan Makanan yang mengandung karbohidrat olahan, seperti tepung, beras, dan gula, sebaiknya dihindari. Karbohidrat olahan dicerna dan diserap dengan cepat oleh tubuh, menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang cepat dan penurunan yang cepat pula. Kenaikan dan penurunan kadar gula darah yang dihasilkan, ditambah dengan peningkatan sekresi kortisol, membuat tubuh lebih sensitif terhadap stres. Tingkat energi yang tidak stabil ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan kelelahan. Mengonsumsi karbohidrat kompleks, yang dicerna secara perlahan dan meningkatkan kadar gula darah secara bertahap, bermanfaat untuk manajemen stres.
Menghindari Kebiasaan Makan Berlebihan karena Emosi Penting untuk menghindari kebiasaan makan karena emosi yang berulang. Terkadang, orang makan berlebihan dan menginginkan makanan yang merangsang karena stres. Ini disebut makan karena emosi, dan jika diulang secara berlebihan, dapat menyebabkan kecanduan makanan. Kecanduan makanan ditandai dengan keinginan untuk terus makan bahkan setelah makan sampai kenyang, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, stres ekstrem, dan depresi. Untuk mengatasi kecanduan makanan, sebaiknya perkenalkan otak Anda pada rasa baru, selain manis, asin, atau pedas. Ketika makanan menyentuh lidah Anda, rasa ditransmisikan ke otak melalui saraf sensorik. Misalnya, cobalah makan sayuran tinggi serat dan biji-bijian utuh rendah glikemik terlebih dahulu untuk mendaftarkan rasa yang berbeda di otak Anda. Menetapkan waktu makan yang teratur juga penting untuk mendapatkan kembali kendali atas asupan makanan Anda.
◇Teh herbal atau teh buah sebagai pengganti minuman berkafein Lebih baik minum air putih daripada minuman berkafein seperti teh dan kopi. Meskipun efek stimulan kafein sementara meningkatkan energi, konsumsi berlebihan atau berkepanjangan dapat meningkatkan stres. Kafein merangsang sistem saraf pusat, memicu respons stres tubuh dan memengaruhi kelenjar adrenal, meningkatkan produksi hormon stres kortisol. Hindari kafein saat stres, dan sebagai gantinya, minumlah air putih atau teh herbal atau teh buah tanpa kafein.
==========
Namun, kafein adalah yang terbaik.
Aku merasa stresku sedikit berkurang,
Namun kenyataannya, hal itu tampaknya tidak baik untuk kesehatan Anda.
Teh herbal juga boleh dikonsumsi.
Saya suka minum teh di musim gugur.