정제된 탄수화물을 많이 먹는 편이거든요. 앞으로는 건강한 식생활을 위해서 음식을 잘 조절해야 되겠습니다.
Di antara lima berkah yang didambakan manusia, ada satu yang disebut "gojongmyeong" (考終命). Ini melambangkan berkah besar berupa umur panjang dan kesehatan yang baik. Untuk mencapainya, kita harus mempertimbangkan dengan cermat makanan yang kita konsumsi. Menyadari makanan yang meningkatkan risiko kanker dapat membantu kita menghindari kanker dan menikmati kelima berkah tersebut.
Hindari karbohidrat olahan.
Waspadalah terhadap asupan karbohidrat olahan yang berlebihan. Roti, kue, jus, dan gula adalah contoh utamanya. Asupan gula yang berlebihan menyebabkan kadar gula darah meningkat, mengganggu keseimbangan hormon dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Karbohidrat olahan memiliki indeks glikemik tinggi, yang dapat menyebabkan obesitas. Energi yang tidak terpakai disimpan sebagai lemak tubuh, dan obesitas meningkatkan risiko penyakit seperti sindrom metabolik dan kanker payudara, usus besar, dan pankreas.
Pemanis buatan, yang banyak digunakan saat ini, juga memerlukan kehati-hatian. Mengingat kurangnya penelitian yang memadai tentang pemanis buatan, pasien kanker, yang harus memperhatikan kebiasaan makan mereka, harus berhati-hati dalam mengonsumsi pemanis buatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional Prancis untuk Penelitian Kanker telah menerbitkan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi harian minuman berkarbonasi yang mengandung pemanis buatan meningkatkan risiko kematian dini dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsinya.
Konsumsi daging yang direbus atau dikukus.
Penting bagi pasien kanker untuk mengonsumsi protein guna mencegah kehilangan massa otot dan melawan kanker. Penelitian menunjukkan bahwa pasien kanker sebaiknya memperoleh setidaknya 65% asupan protein harian mereka dari protein hewani. Namun, mereka harus mewaspadai "rasa gosong" pada daging. Daging yang dimasak pada suhu tinggi menghasilkan karsinogen seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Zat-zat ini dapat menyebabkan kanker lambung, kanker usus besar, dan kanker lainnya.
Untuk mencegah produksi karsinogen saat memanggang daging, sebaiknya masak dengan api kecil setelah lapisan luarnya matang. Saya merekomendasikan menggoreng di wajan daripada memanggang di atas api terbuka. Selain itu, karena zat-zat ini dapat tetap ada bahkan setelah menghilangkan bagian yang gosong, disarankan untuk menggunakan panggangan yang bersih dan memasak dengan api kecil. Cara terbaik untuk mengonsumsi daging adalah dengan merebusnya dalam air atau mengukusnya.
Selain itu, ada baiknya juga membatasi konsumsi daging olahan. Sosis, bacon, dan ham adalah daging yang diawetkan atau difermentasi yang mengandung senyawa N-nitroso.
Karena banyaknya bukti yang mendukung, senyawa N-nitroso diklasifikasikan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker sebagai karsinogen Grup 1, serupa dengan tembakau, alkohol, dan sinar ultraviolet. Senyawa ini merusak DNA dan menyebabkan stres oksidatif, sehingga meningkatkan risiko kanker. Daging sirloin, tenderloin, dan paha tanpa lemak lebih disarankan daripada daging olahan. Sebaiknya konsumsi hanya satu porsi (150-200g) setiap kali, tidak lebih dari satu atau dua kali seminggu. Mengganti daging sapi atau babi dengan ayam, bebek, atau ikan juga diperbolehkan.
============
Saya makan daging babi rebus akhir pekan lalu.
Saya hanya mengukusnya di dalam alat pengukus tanpa menambahkan air.
Menurutku teksturnya lebih kenyal.
Meskipun dipanggang, dagingnya tetap lezat.
Merebus atau mengukusnya baik untuk alasan kesehatan.