삼겹살 먹으러 갈 때마다 저는 일부러 구운 마늘을 많이 먹고 있습니다. 맛도 맛이지만 이거라도 먹지 않으면은 죄책감이 들어서 하나라도 더 먹으려고 하고 있어요.
Ada satu bahan yang sangat penting dalam diet sehari-hari masyarakat Korea: bawang putih. Saat ini, bahkan orang Barat pun senang menggunakan bawang putih dalam masakan mereka. Hal ini karena bawang putih tidak hanya meningkatkan cita rasa makanan, tetapi manfaat kesehatannya, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, juga telah diakui secara luas.
Bawang putih termasuk dalam famili allium, bersama dengan bawang bombai, daun bawang, kucai, dan bawang merah. Fitokimia (senyawa kimia tumbuhan) yang ditemukan dalam allium, seperti alisin dan senyawa sulfur, berperan dalam kesehatan jantung, dukungan kekebalan tubuh, dan sifat anti-inflamasi.
Menurut para ahli, bahkan sedikit bawang putih yang ditambahkan ke dalam masakan sehari-hari dapat memberikan hasil positif jangka panjang. Berdasarkan data dari media informasi kesehatan Amerika, Everyday Health, dan lainnya, kami meneliti manfaat mengonsumsi bawang putih secara konsisten melalui makanan dan sumber lainnya.
“Menghambat peradangan”
Bawang putih membantu menghambat aktivitas protein inflamasi tertentu. Menurut Harvard Health Publishing, peradangan kronis dapat berkontribusi pada penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan radang sendi.
Dalam sebuah penelitian terhadap 70 wanita dengan artritis reumatoid autoimun inflamasi, mereka yang mengonsumsi suplemen bawang putih 1000 mg per hari selama delapan minggu memiliki penanda inflamasi yang lebih rendah dan lebih sedikit rasa sakit, kelelahan, dan nyeri sendi dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo.
“Mengatur tekanan darah”
Mengonsumsi dua atau tiga siung bawang putih setiap hari dapat membantu mencegah penyakit jantung. Para ahli mengatakan, "Bawang putih merangsang sintesis oksida nitrat, yang melebarkan pembuluh darah, dan menghambat aktivitas ACE (angiotensin-converting enzyme), yang meningkatkan tekanan darah."
“Meningkatkan kadar kolesterol”
Bawang putih efektif dalam menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL (jahat), dua faktor risiko penyakit jantung. Para ahli mengatakan bahwa "bawang putih dapat membantu mengurangi produksi kolesterol oleh hati."
“Meningkatkan kekebalan tubuh”
Bawang putih membantu mendukung mekanisme pertahanan tubuh secara keseluruhan. Alisin dalam bawang putih memiliki sifat antibakteri dan antivirus.
“Mencegah pembekuan darah”
Kandungan dalam bawang putih memiliki sifat yang mengurangi kekentalan trombosit dan mencegah pembekuan darah.
“Memiliki sifat antioksidan”
Menurut American Institute for Cancer Research, antioksidan tidak hanya bermanfaat bagi pembuluh darah dan mengurangi peradangan, tetapi juga menyerap radikal bebas berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit seperti kanker. Studi telah menunjukkan bahwa nutrisi dan senyawa tumbuhan dalam bawang putih memiliki sifat antioksidan yang kuat.
“Meningkatkan cita rasa”
Menambahkan bawang putih ke dalam makanan dapat membantu Anda menggunakan lebih sedikit bumbu. Menurut Departemen Pertanian AS, menambahkan bawang putih dapat membantu mengurangi jumlah garam yang Anda gunakan dalam makanan. Satu siung bawang putih hanya mengandung empat kalori. Para ahli mengatakan, "Dengan menambahkan rasa bawang putih, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak makanan yang Anda butuhkan, seperti sayuran, biji-bijian utuh, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan."
======================
Bawang putih, bawang merah, daun bawang, kucai,
Ini adalah beberapa barang yang selalu saya bawa saat makan daging...
Biasanya, saya hanya makan bawang putih cincang sebagai lauk pendamping.
Sepertinya aku juga harus meletakkan beberapa siung bawang putih mentah di atas meja.