Buang air besar secara teratur sangat penting untuk kesehatan. Jika buang air besar jarang terjadi, racun dapat menumpuk di dalam tubuh dan berdampak negatif pada kesehatan kulit. Secara khusus, sembelit bahkan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Mari kita periksa gejala-gejala yang mungkin mengindikasikan sembelit dan makanan yang dapat membantu.
Pertama, feses dikeluarkan dari tubuh hanya setelah sejumlah sisa makanan yang tidak tercerna dan terserap serta mikroorganisme usus terkumpul. Karena jumlah makanan yang dikonsumsi bervariasi dari orang ke orang, frekuensi buang air besar pun berbeda.
Namun, meskipun Anda buang air besar tiga kali atau lebih dalam seminggu, jika Anda harus mengejan secara berlebihan, merasa seperti usus tidak sepenuhnya kosong, atau perlu menggunakan cara manual seperti mengeluarkan tinja dari anus secara buatan atau menekan perineum, mungkin itu adalah sembelit yang sebenarnya, jadi disarankan untuk mengunjungi rumah sakit untuk menentukan kondisi pastinya.
Memeriksa bentuk tinja juga merupakan metode yang baik. Pada kasus konstipasi spastik, tinja berukuran kecil, bulat, dan seperti kotoran kelinci dikeluarkan setiap hari atau setiap dua hari sekali. Konstipasi atonik ditandai dengan gerakan usus yang tidak teratur dan mengeluarkan tinja kental dan keras dalam jumlah besar sekaligus. Konstipasi atonik biasanya terjadi ketika motilitas usus besar menurun, melemahkan kekuatan yang mendorong tinja keluar dari anus.
Namun, saat mengonsumsi sekam psyllium untuk mengatasi sembelit, Anda harus minum banyak air.
Sebaliknya, serat makanan dapat mengeras di usus, berpotensi memperburuk sembelit. Selain itu, individu yang alergi terhadap sekam psyllium itu sendiri mungkin mengalami gejala seperti ruam, kemerahan, dan gatal saat mengonsumsinya, dan harus segera berhenti mengonsumsinya jika gejala muncul.