Kebiasaan pertama untuk memulai pagi yang 'sehat' adalah minum air terlebih dahulu. Dan akan sangat baik jika sesekali melakukan peregangan. Metabolisme tubuh yang melemah selama tidur akan meningkat dan sirkulasi darah akan membaik. Selanjutnya adalah sarapan yang sebenarnya. Apakah ada makanan yang mudah disiapkan dan kaya nutrisi untuk pagi yang sibuk?
Telur rebus vs telur goreng... Protein hampir sama, mengapa perbedaan pada kalori dan lemak?
Rasanya menjadi kebiasaan untuk makan telur di pagi hari. Apakah hanya memilih untuk memakan telur rebus yang sudah direbus sebelumnya dengan mengupas kulitnya, atau menggoreng telur mata sapi, itu saja pilihan yang ada. Tentunya, menghemat waktu, telur rebus lebih unggul. Lalu, apakah ada perbedaan kandungan protein antara keduanya?
Protein hewani dengan tingkat penyerapan yang baik... juga mengandung zat yang melindungi aktivitas otak dan mata
Protein dalam telur baik karena cepat diserap oleh tubuh. Tingkat penyerapan protein hewani lebih menguntungkan dibandingkan dengan protein nabati seperti kedelai. Telur kaya akan asam amino esensial yang harus dikonsumsi melalui makanan dan membantu menjaga otot. Terdapat juga lutein dan zeaxanthin yang melindungi retina mata. Kandungan kolin yang membantu aktivitas otak juga tidak boleh dilewatkan. Bagi orang yang banyak menggunakan otak, ini membantu menjaga kemampuan belajar dan daya ingat. Makan telur di pagi hari membuat perasaan kenyang bertahan lama dan membantu mencegah makan berlebihan saat makan siang.
Kacang-kacangan yang menurunkan kolesterol 'jahat'... Efek sinergi antara telur dan protein
Saat ini, semakin banyak orang yang mengonsumsi kacang-kacangan di pagi hari. Memang, kacang-kacangan kaya akan protein sehingga dapat memberikan efek sinergis dengan telur. Menurut data dari Badan Pengendalian Penyakit, mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dan berkontribusi dalam pencegahan dan pengurangan hiperkolesterolemia. Data dari Badan Ilmu Pengetahuan Pertanian Nasional juga menyebutkan bahwa kacang-kacangan dapat mengurangi trigliserida dan kolesterol dalam darah yang meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah. Jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat dan tidak berlebihan, ini dapat membantu mencegah pengerasan arteri, stroke (iskemik otak dan perdarahan otak), serta penyakit pembuluh darah lainnya.
Harus makan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan sayuran hijau