logo

Klinik Gigi Anak Baegok di Kota Siheung: Kisah Seorang Anak Mengatasi Ketakutan terhadap Perawatan Gigi

Anak saya yang duduk di kelas dua SD mengeluh sakit gigi geraham yang terus-menerus, jadi saya mengunjungi klinik. Dia takut ke dokter gigi, jadi saya khawatir, tetapi dokter gigi menjelaskan semuanya sejak awal, dengan bahasa yang mudah dipahami, yang benar-benar meredakan kecemasan saya. Direktur klinik secara pribadi memeriksa kondisi anak saya dan, karena lubang yang dalam di gigi gerahamnya, merekomendasikan terapi tidur daripada perawatan standar. Dia dengan tenang menjelaskan proses perawatan, obat-obatan, dan proses pemulihan kepada saya, sebagai walinya, yang membuat saya merasa tenang.
Terapi tidur dilakukan bekerja sama dengan departemen anestesiologi, dan anak saya menerima perawatan saat tidur, sehingga ia tidak merasa takut atau sakit. Setelah perawatan, ia diberi waktu yang cukup untuk bangun di ruang pemulihan, dan perawat terus memantau kondisinya, yang memberi saya rasa percaya diri. Setelah pulang ke rumah, ia baik-baik saja tanpa rasa sakit yang berarti, dan ia dapat makan seperti biasa keesokan harinya. Yang terpenting, anak saya mengatakan bahwa ia tidak takut ke dokter gigi, yang sangat memuaskan sebagai orang tua. Saya merasa bahwa perbedaan terbesar dari klinik gigi lain adalah mereka tidak merekomendasikan perawatan yang tidak perlu dan memperhatikan psikologi anak saya.
imageimage
0
0
komentar 0