남성의 발기가 되지 않는데 이러한 이유들이 있군요 과도한 자위가 발기부전 원인이 된다고 들어본 것 같아요 심리적 요인도 크겠어요 스트레스 관리와 운동 수면 식습관 모두 중요하네요 40대 이후 50프로 가까이 발기부전을 격고 있다니 수치가 상당히 높네요 스트레스 관리가 젤 중요하겠어요 맘이 편해야지요
Disfungsi ereksi adalah gejala yang umum dialami pria, bahkan sekali-sekali. Menurut Asosiasi Urologi Korea, 49,8% pria berusia di atas 40 tahun mengalami disfungsi ereksi. Selain itu, diperkirakan ada lebih dari 2 juta pasien disfungsi ereksi di dalam negeri. Baru-baru ini, media kesehatan pria Amerika 'Men's Health' melaporkan bahwa Daniel Brison, seorang anggota dewan penasihat dari perusahaan farmasi Amerika, OneMD Nutrition, dan seorang dokter urologi, mengatakan, "Disfungsi ereksi mungkin hanya masalah fisik, tetapi juga dapat disebabkan oleh berbagai alasan seperti gaya hidup, stres, dan efek samping obat," dan menambahkan, "Ada 10 penyebab utama disfungsi ereksi." Mari kita pelajari secara lebih detail tentang 10 penyebab disfungsi ereksi yang dia sebutkan.
1️⃣ Beban karena rencana kehamilan = Jika selama proses mencoba hamil dengan pasangan, hubungan seksual dirasakan sebagai kewajiban, maka dapat mengalami disfungsi ereksi. Jika hubungan seksual dianggap bukan sebagai kesenangan tetapi sebagai 'tugas yang harus diselesaikan', beban psikologis akan meningkat. Dalam situasi ini, mengurangi stres dan menciptakan suasana yang nyaman melalui komunikasi dengan pasangan akan sangat membantu.
2️⃣Hubungan dengan pasangan baru = Banyak orang mengalami disfungsi ereksi saat melakukan hubungan seksual pertama dengan pasangan baru. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketegangan dan kecemasan seksual. Penting untuk tetap tenang dan membangun kepercayaan melalui rangsangan yang cukup.
3️⃣ Penggunaan obat tertentu=Obat-obatan seperti obat tekanan darah, antidepresan, dan analgesik dapat menyebabkan efek samping disfungsi ereksi. Obat-obatan ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau perubahan hormon yang dapat menurunkan daya tahan ereksi. Jika disfungsi ereksi akibat obat dicurigai, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan penggantian obat atau penyesuaian dosis.
4️⃣ Kurang tidur = Kurang tidur dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Kurang tidur menyebabkan penurunan kadar testosteron, hormon pria, yang menurunkan libido. Terutama, kekurangan tidur kronis mengganggu ritme alami tubuh, sehingga kadar testosteron yang seharusnya meningkat secara normal di pagi hari dan siang hari menjadi menurun.
5️⃣ Diet tidak seimbang = diet tidak sehat adalah penyebab lain disfungsi ereksi. Terutama makanan yang kaya gula dan lemak mengganggu sirkulasi darah dan menurunkan pasokan darah ke penis. Sebaliknya, diet Mediterania yang meliputi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan dapat membantu mencegah disfungsi ereksi.
6️⃣ Kurang olahraga = Kurang olahraga melemahkan kesehatan kardiovaskular dan menyebabkan disfungsi ereksi. Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan risiko hipertensi, hiperlipidemia, diabetes, dan lain-lain, sehingga sirkulasi darah tidak berjalan dengan lancar. Jika ingin memperbaiki disfungsi ereksi, disarankan melakukan latihan kekuatan bagian bawah tubuh atau berjalan kaki.
7️⃣Obesitas=Obesitas menyebabkan peradangan dan stres, yang berdampak negatif pada sistem saraf dan tekanan darah. Terutama, obesitas menurunkan kadar testosteron dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang menjadi penyebab disfungsi ereksi. Untuk menjaga berat badan yang sehat, penting untuk rutin melakukan olahraga dan menjalani pola makan seimbang.
8️⃣ Konsumsi alkohol berlebihan = minum alkohol merangsang pelepasan hormon yang menyempitkan pembuluh darah, menyebabkan hipertensi. Hipertensi merangsang pembuluh darah, menurunkan elastisitasnya, dan membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tebal. Jika pembuluh darah menyempit, pasokan darah ke penis menjadi tidak lancar, yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi.
9️⃣ Masturbasi berlebihan = melakukan masturbasi terlalu sering juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Setelah masturbasi, hormon yang disebut prolaktin meningkat, dan hormon ini menghambat kemampuan ereksi dan ejakulasi. Terutama masturbasi secara berurutan, membuat tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari kelelahan.
🔟Stres dan kelelahan = Stres dan kelelahan berdampak buruk pada aktivitas seksual. Stres meningkatkan kadar kortisol dan menekan sekresi testosteron, yang menyebabkan disfungsi ereksi. Jika stres berlangsung terus-menerus, tidak hanya disfungsi ereksi tetapi juga masalah terkait seksual lainnya seperti ejakulasi dini dapat terjadi.