찾는 정보여서 잘 읽어봐야겠어요 ㅎㅎ 감사합니다!
Cara Mengatasi Gejala Menopause Pria yang Tepat❤️
🌈🌈🌈🌈🌈
Cara mengatasi gejala menopause yang sesuai untuk suami
Mendorong pemahaman dan peningkatan kualitas hidup
Saya berharap kita bisa berusaha bersama♡
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Jika Anda mengetahui gejala menopause dengan tepat, Anda dapat dengan cepat menyadari kondisi Anda saat menopause datang dan mengatasinya. Mari pelajari cara penanganan yang tepat sesuai gejala untuk meningkatkan kualitas hidup.
1️⃣Kecemasan, gelisah, dan depresi: Mulai kegiatan hobi
Pria paruh baya yang merasa mudah marah dan depresi dibandingkan sebelumnya harus mencurigai menopause. Dr. Kim Jae-woong dari Goldmann Urology Clinic Gangnam mengatakan, "Jika hormon tidak dipertahankan secara stabil, akan terjadi perubahan seperti penurunan serotonin, neurotransmitter yang membuat suasana hati menjadi baik, di otak," dan "Ini mirip dengan wanita yang merasa marah dan depresi karena perubahan hormon sebelum menstruasi." Stres akibat merasa tubuhnya tidak seperti dulu juga dapat menyebabkan depresi. Pada saat ini, disarankan untuk menikmati hobi yang dapat melepaskan depresi atau stres. Hobi yang menyenangkan hanya efektif jika membuat diri merasa senang. Dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan, produksi hormon seperti adrenalin yang keluar saat otak tegang akan berkurang, dan serotonin akan meningkat, sehingga perasaan depresi akibat menopause dapat berkurang.
2️⃣Artritis dan osteoporosis: berhenti merokok secepatnya
Nyeri sendi dan peradangan juga merupakan gejala menopause pria. Hormon pria berfungsi untuk menekan peradangan dan merangsang produksi osteoblas (sel pembentuk tulang) sehingga membuat tulang menjadi kuat. Ketika kadar hormon pria menurun karena menopause, nyeri sendi dan peradangan dapat terjadi. Yang paling penting saat ini adalah berhenti merokok. Merokok dapat menghambat produksi osteoblas yang membentuk tulang. Berjalan cepat dan olahraga ringan lainnya memiliki efek merangsang tulang dan meningkatkan produksi osteoblas.
3️⃣Perut buncit: gabungkan latihan kardio dan latihan otot
Lemak perut yang menonjol juga merupakan salah satu gejala menopause. Hormon pria, testosteron, berfungsi untuk mempertahankan laju metabolisme dasar tubuh, memperbesar otot, dan menghambat penumpukan lemak visceral. Jika produksi testosteron berkurang, laju metabolisme dasar dan massa otot akan menurun, dan lemak perut akan bertambah. Sel lemak akan mengubah hormon pria menjadi hormon wanita seiring membesar, sehingga jika dibiarkan, gejala menopause akan menjadi lebih parah. Olahraga aerobik dan latihan kekuatan harus dilakukan secara konsisten untuk menurunkan berat badan.
4️⃣ Perubahan fungsi seksual: harus sering melakukan sentuhan kulit
Penurunan hasrat seksual secara signifikan dan perubahan fungsi seksual yang menyebabkan sulit ereksi juga merupakan gejala utama menopause pria. Jaringan penis terdiri dari pembuluh darah (corpus cavernosum), dan ereksi terjadi ketika pembuluh darah melebar. Testosteron membantu ereksi dengan melebarkan pembuluh darah dan mengalirkan darah ke dalam penis, sehingga jika kadar testosteron menurun, ereksi menjadi sulit. Direktur Kim Jae-woong mengatakan, "Pada saat ini, sebaiknya pasangan berusaha untuk tetap aktif dalam hubungan suami istri," karena testosteron diproduksi secara lancar saat melakukan hubungan. Jika perubahan fungsi seksual menyebabkan kesulitan dalam hubungan, sebaiknya tidak memaksakan diri dan mulai dengan sentuhan ringan secara perlahan-lahan dengan bantuan istri. Karena testosteron diproduksi secara aktif di pagi hari, mencoba berhubungan di pagi hari sebelum malam hari akan sangat membantu.
5️⃣Penurunan daya ingat dan kemampuan kognitif: Pengobatan menopause di rumah sakit
Testosteron membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan kognitif, karena saat menopause, daya ingat dan kemampuan kognitif cenderung menurun. Terutama, kemampuan persepsi ruang cenderung menurun secara signifikan, sehingga sering kali tersesat atau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terbiasa dengan jalan baru. Saat menjalani pengobatan menopause di rumah sakit, akan sangat baik jika disertai dengan kebiasaan yang mendukung kesehatan otak itu sendiri. Belajar bahasa asing atau bermain permainan yang melibatkan otak dapat mengaktifkan sel-sel saraf di otak dan mencegah penurunan daya ingat serta kemampuan kognitif.