십자화과 채소라고 하는군요 건강위해 잘 챙겨야지요 맛점 하세요~~
5 makanan yang dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara
1. Buah beri
Buah beri kaya akan antioksidan dan jenis flavonoid yang disebut antosianin, yang berkontribusi pada efek antiinflamasi dan pengurangan stres oksidatif. Ini membantu menekan peradangan dan kerusakan oksidatif yang merupakan salah satu penyebab utama kanker.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Cancer pada tahun 2005, buah berwarna cerah dengan kadar antosianin yang tinggi memiliki efek pencegahan kanker, terutama dengan mengubah mikrobioma usus dan menghambat pertumbuhan tumor. Dalam studi tahun 2011, polifenol yang terkandung dalam raspberry dan stroberi menunjukkan efek menghambat pertumbuhan sel kanker kolorektal dan prostat. Selain itu, black raspberry diketahui memperlambat laju pertumbuhan jaringan kanker kolorektal, dan blueberry serta black raspberry berpotensi menghambat tumor payudara yang disebabkan oleh estrogen.
Kedelai
Kacang diketahui sebagai makanan yang memiliki pengaruh positif dalam pencegahan kanker. Dulu, ada kekhawatiran bahwa isoflavon yang terkandung dalam kacang dapat mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko kanker payudara, tetapi penelitian menunjukkan bahwa ini hanya mungkin terjadi jika mengonsumsi isoflavon secara berlebihan, sementara makanan kedelai yang biasa dikonsumsi dalam diet sehari-hari (seperti tahu, susu kedelai, dll) justru terbukti memiliki efek menurunkan risiko kanker.
Menurut penelitian tahun 2024, orang yang mengonsumsi 54g produk kedelai setiap hari mengalami penurunan risiko kanker sebesar 11%, dan jika mengonsumsi 23g kedelai kedelai, penurunannya mencapai 28%. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi kedelai sebanyak 10mg per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 3%.
3. Tomat
Likopen yang kaya dalam tomat adalah antioksidan yang kuat, dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, payudara, dan lambung. Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi saus tomat lebih dari dua kali seminggu memiliki risiko terkena kanker prostat 30% lebih rendah dibandingkan pria yang mengonsumsinya kurang dari sekali sebulan.
Selain itu, likopen berperan dalam mengurangi peradangan dan menghambat pertumbuhan tumor serta pembelahan sel. Komponen ini tidak hanya ditemukan dalam tomat, tetapi juga dalam berbagai makanan berwarna merah dan oranye seperti semangka, cabai, jeruk bali, pepaya, dan guava.
4. Teh hijau
Teh hijau mengandung zat antioksidan yang kuat, yaitu katekin, terutama EGCG (epigallocatechin-3-gallate), yang dapat diharapkan memiliki efek pencegahan kanker. EGCG diketahui menghambat pembentukan pembuluh darah baru, sehingga memotong pasokan oksigen dan nutrisi ke sel tumor dan mencegah pertumbuhan sel kanker.
Studi tahun 2012 menunjukkan bahwa EGCG mungkin efektif dalam mencegah kanker payudara, paru-paru, prostat, lambung, dan pankreas. Selain itu, analisis tahun 2018 menemukan bahwa minum lebih dari 10 cangkir teh hijau setiap hari dapat mengurangi risiko terkena kanker usus besar, hati, paru-paru, dan lambung.
5. Sayuran keluarga Brassicaceae
Broccoli, kubis mini, kembang kol, kale, dan kol termasuk dalam sayuran keluarga Brassicaceae yang mengandung sulforaphane, yang memiliki efek antioksidan yang kuat. Zat ini berperan dalam menghentikan pertumbuhan sel kanker tertentu dan memicu apoptosis (kematian sel).
Menurut penelitian tahun 2000, pria yang mengonsumsi banyak sayuran dari keluarga Brassicaceae memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat, dan dalam studi tahun 2008, ditemukan bahwa wanita sebelum menopause yang secara teratur mengonsumsi brokoli dapat mengurangi risiko kanker payudara. Selain itu, penelitian tahun 2022 menunjukkan bahwa indol-3-karbinol (I3C) dapat mengaktifkan gen penekan tumor dan menghambat pertumbuhan tumor.
-------------------------
Hidup yang berjalan tanpa mengetahui bahwa itu adalah kanker adalah hidup yang diberkati, bukan? ^^
Mari kita hidup sehat!