와.. 뇌에 살아있는 기생충이라니 너무 충격적이네요..진짜 기생충은 조심해야죠..ㅠ.ㅠ끔찍하네요...
Saya kira itu tumor otak yang menyebabkan sakit kepala parah... Ternyata menemukan cacing parasit yang bergerak-gerak
Mengerikan😬😬😬
Foto=Disediakan oleh Rumah Sakit Universitas Seoul (News1)
Tim peneliti domestik berhasil mengangkat parasit Sparganosis yang berasal dari otak melalui operasi.
Menurut berita News1 pada tanggal 30, tim penelitian bersama dari Profesor Baek Sun-ha dari Departemen Bedah Saraf di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul dan Profesor Park Hye-ran dari Departemen Bedah Saraf di Rumah Sakit Nasional Suncheonhyang Seoul secara akurat mendiagnosis lesi pada seorang wanita berusia 40-an yang datang ke Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul karena infeksi parasit Sparganum dan berhasil menghilangkan parasit hidup melalui operasi kraniotomi.
Sparganum adalah penyakit infeksi parasit yang sangat jarang terjadi yang disebabkan oleh larva yang menembus ke dalam tubuh dan berpindah ke otak melalui aliran darah.
Biasanya terjadi ketika mengkonsumsi air yang terkontaminasi atau daging dan ikan dari hewan liar yang tidak dimasak. Ketika parasit yang terinfeksi berpindah ke otak, gejala awalnya berupa sakit kepala dan mual. Seiring waktu, dapat berkembang menjadi masalah neurologis serius seperti kejang, gangguan penglihatan, dan gangguan sensorik.
Pasien berusia 40-an yang sebelumnya datang ke Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul mengunjungi rumah sakit karena mengalami sakit kepala parah dan muntah. Pada pemeriksaan MRI otak awal, ditemukan lesi tumor yang tidak beraturan yang diberi kontras di lobus oksipital kiri, sehingga dicurigai adanya tumor otak. Tim medis menyarankan operasi, tetapi pasien menolak pengobatan dan pulang setelah gejala membaik.
Namun pasien ini kembali ke rumah sakit setelah 7 bulan dengan sakit kepala yang parah dan kejang seluruh tubuh. Tim medis mengonfirmasi bahwa pada MRI lanjutan, lesi telah berpindah dari lobus oksipital kiri ke lobus parietal kiri. Perpindahan lesi ini menjadi petunjuk diagnosis utama untuk spasganum.
Tenaga medis juga mempertimbangkan infeksi parasit karena riwayat pasien ini pernah meminum air kolam yang terkontaminasi di masa lalu dan mengonsumsi ikan mentah serta daging hewan liar yang belum dimasak, sehingga dilakukan tes imunokorelasi enzim (ELISA) dan tes lain. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdeteksinya antibodi terhadap Sparganum dan adanya granuloma inflamasi yang terkonfirmasi.
Sebagai hasilnya, tenaga medis berhasil menghilangkan larva Sparganum yang hidup melalui operasi otak.
Tim peneliti menyatakan, "Kasus ini menunjukkan bahwa infeksi sparganosis dapat terlihat seperti tumor pada MRI, dan diagnosis serta pengobatan cepat sangat penting jika infeksi parasit dicurigai." Hasil penelitian ini diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Neurology, yang merupakan jurnal resmi dari American Academy of Neurology.
Sejong=Jurnalis Park Kwang-beom (socool@mt.co.kr)