변모양과 색깔, 횟수를 보고 몸상태 건강여부를 알 수 있네요 건강한 대변으로 속시원한 하루 되세요
Tinja adalah indikator yang dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan kita. Jika bentuk atau warna tinja berbeda dari biasanya, mungkin ada gangguan pada tubuh.
Jika kekurangan nutrisi, tinja menjadi lebih kecil
Perhatikan bentuk tinja dengan saksama. Secara umum, tinja yang panjang dan cukup tebal seperti pisang dianggap sehat. Jika tinja menjadi lebih kecil dari biasanya, ini bisa menunjukkan bahwa kondisi nutrisi tidak baik. Biasanya, ini terjadi saat melakukan diet ekstrem yang tidak memadai. Jarang terjadi, tetapi jika ada kanker di usus besar atau rektum, tinja juga bisa menjadi lebih kecil. Jika tinja yang kecil ini berlangsung secara terus-menerus dan tidak sementara, sebaiknya melakukan pemeriksaan kolonoskopi. Sebaliknya, jika tinja menjadi lebih besar dari biasanya, terputus di tengah, atau berbentuk kecil seperti kotoran kelinci, perlu memperhatikan asupan cairan.
◇Hijau dan kuning adalah normal, sedangkan yang berwarna hitam atau merah disebabkan oleh perdarahan
Warna tinja juga penting. Alasan mengapa tinja berwarna coklat adalah karena empedu. Empedu adalah enzim yang mencerna lemak, diproduksi di hati dan bergerak ke duodenum melalui saluran empedu. Di sini, setelah bertemu dengan makanan, ia turun ke usus, dan ketika berinteraksi dengan bakteri usus, empedu berubah warna menjadi coklat, warna tanah liat, atau kuning. Empedu secara asli berwarna hijau. Karena setiap orang memiliki makanan utama yang berbeda atau distribusi bakteri usus yang berbeda, warna setelah empedu mengalami perubahan juga berbeda. Melihat tinja berwarna coklat, tanah liat, atau kuning semuanya termasuk dalam kisaran normal.
Namun, jika tinja berwarna merah, hitam, atau berwarna putih, itu bisa disebabkan oleh penyakit. Warna merah pada tinja disebabkan oleh perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah, seperti usus besar yang dekat dengan anus. Ini bisa menjadi tanda kanker usus besar atau penyakit lain. Warna hitam pada tinja sebaliknya menunjukkan bahwa perdarahan terjadi di bagian atas saluran pencernaan, seperti kerongkongan, lambung, duodenum, atau usus halus. Darah yang bercampur dengan makanan kemudian berubah menjadi warna hitam seiring waktu. Penyakit refluks gastroesofagus, gastritis, dan tukak lambung sering menyebabkan perdarahan.
Jika tinja berwarna putih, kemungkinan besar itu adalah obstruksi saluran empedu. Ketika saluran empedu tersumbat, empedu tidak mengalir ke duodenum, sehingga tidak bercampur dengan tinja. Pada saat ini, tinja yang keluar biasanya seperti nasi putih yang digumpal atau seperti tahu yang dihancurkan. Saluran empedu biasanya tersumbat terutama karena cholangitis atau kanker saluran empedu.
◇Jumlah buang air besar berbeda setiap orang
Sementara itu, frekuensi buang air besar berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang buang air besar dua hingga tiga kali sehari, dan ada juga yang setiap 2-3 hari. Jika tidak merasa tidak nyaman, semuanya dianggap normal. Olahraga yang intens atau stres yang tinggi dapat meningkatkan frekuensi buang air besar, sementara mengonsumsi banyak daging dapat menurunkannya. Bau tinja juga berubah tergantung pada makanan yang dikonsumsi. Jika banyak makan daging, jumlah bakteri jahat di usus meningkat, sehingga baunya cenderung menjadi lebih menyengat.
==============
Karena bentuknya berubah, tergantung pada jumlahnya
Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, bukan?
Ibu saya mengalami sembelit
Saya menjalani pemeriksaan usus besar kali ini.
Tidak ada yang aneh atau aneh
Katanya itu disebut neurogenik